EXPRESI.co, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang belum menghiraukan keluhan disabilitas soal pagar pembatas trotoar di sepanjang jalan utama Kota Bontang.
Tujuan, pemasangan pagar pembatas itu guna mencegah kendaraan parkir di trotoar, namun itu dikeluhkan penyandang disabilitas karena mengganggu saat digunakan.
Pasalnya, pagar itu menjadi penghalang bagi mereka yang memanfaatkan trotoar untuk berjalan, apalagi bagi para disabilitas yang memakai alat bantu.
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang Amir Tosina mengatakan, pemasangan pagar pembatas trotoar yang ada saat ini belum tepat.
Menurutnya, batas trotoar tersebut justru mengganggu pejalan kaki. “Saya rasa tidak perlu kita memasang seperti itu. Kasihan mereka yang jalan kaki, apalagi disabilitas,” kata Amir Tosina, Senin (4/7/2022).
Apalagi, kata dia daerah tersebut merupakan pusat tempat masyarakat melakukan kegiatan seperti. “Iya area pusat niaga juga,” ucapnya.
Untuk itu, Politis Partai Gerindra ini meminta agar pemerintah segera melakukan renovasi, agar pembatas jalan ini dapat berfungsi dengan baik dan tidak menggangu pejalan kaki.
Dia juga mengaku telah membahas itu dengan dinas terkait, agar perbaikan sudah mulai dikerjakan di akhir tahun ini.”Kami juga sudah sampaikan ke dinas terkait saat rapat bersama,” imbuhnya. (Fn)

Tinggalkan Balasan