EXPRESI.co, KUTIM — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Timur mengajukan kebutuhan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur yang akan digelar di Kabupaten Paser pada November 2026.
Pengajuan anggaran tersebut disiapkan untuk menunjang persiapan menyeluruh kontingen Kutai Timur, mulai dari pembinaan atlet, pemusatan latihan, hingga kebutuhan teknis selama pelaksanaan ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Ketua KONI Kutai Timur, Rudi Hartono, menyampaikan bahwa dari sisi kelolosan, seluruh cabang olahraga yang diikuti Kutai Timur telah melewati tahapan prakualifikasi dengan hasil yang memuaskan.
Ia menjelaskan, seluruh atlet Kutai Timur dinyatakan lolos dan berhak tampil di Porprov, sehingga fokus organisasi kini bergeser pada pemantapan persiapan jelang pertandingan.
“Secara administratif dan kelolosan, kita sudah aman. Atlet Kutai Timur dinyatakan lolos di semua cabang olahraga yang diikuti,” kata Rudi saat diwawancarai, Senin 5 Januari 2026.
Pada Porprov Kaltim tahun ini, jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan mengalami penambahan. Jika pada edisi sebelumnya terdapat 63 cabang olahraga, kini bertambah menjadi 64 cabang, dengan masuknya barongsai sebagai cabang olahraga baru.
Menindaklanjuti hal tersebut, KONI Kutai Timur memastikan akan ambil bagian di seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan tanpa terkecuali.
Rudi menyebutkan, jumlah atlet yang akan diturunkan diperkirakan mencapai 700 hingga 800 orang, seluruhnya merupakan atlet yang telah lolos melalui tahapan seleksi dan prakualifikasi.
Selain atlet, KONI Kutai Timur juga akan menyiapkan pelatih, ofisial, serta tim pendukung guna memastikan kesiapan kontingen secara menyeluruh selama Porprov berlangsung.
Terkait kondisi fisik atlet, Rudi mengakui belum semua peserta menjalani tes kebugaran secara lengkap. Namun, hal tersebut akan menjadi bagian dari agenda pembinaan yang terus berjalan hingga mendekati pelaksanaan Porprov.
Menurutnya, hasil prakualifikasi tidak hanya menjadi tiket kelolosan, tetapi juga dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas atlet di masing-masing cabang olahraga.
“Atlet yang sebelumnya hanya lolos tanpa medali akan kita dorong agar mampu berprestasi. Yang perak dan perunggu ditargetkan naik kelas, sementara peraih emas diharapkan bisa mempertahankan prestasinya,” jelasnya.
Ia menegaskan, usulan anggaran yang diajukan bukan sekadar untuk keikutsertaan dalam Porprov, melainkan sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan prestasi olahraga Kutai Timur.
“Kami ingin Porprov ini menjadi momentum peningkatan kualitas atlet Kutai Timur secara menyeluruh,” pungkas Rudi.(Yuristio)

Tinggalkan Balasan