EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Kecamatan Sangatta Utara kini menjadi perhatian utama dalam upaya penyehatan koperasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan melalui Sistem Informasi Kelembagaan dan Pengawasan (SIGEP).

Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Diskop UKM Kutim, Firman Wahyudi, mengatakan wilayah ini tercatat memiliki jumlah koperasi tidak sehat paling tinggi dibandingkan kecamatan lainnya.

“Data menunjukkan lebih dari 100 koperasi di Sangatta Utara berada dalam kategori tidak sehat, fokus kita di daerah sana dulu,” ujarnya.

Ia menambahkan, besarnya angka tersebut bukan tanpa alasan. Sangatta Utara merupakan pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan, sehingga jumlah koperasi yang terbentuk di wilayah ini jauh lebih banyak.

“Pertumbuhan jumlah tersebut tidak selalu diikuti dengan pengelolaan organisasi yang kuat. Banyak koperasi berdiri tanpa pembinaan lanjutan, akibatnya sejumlah koperasi tidak mampu memenuhi kriteria standar sehat yang ditetapkan pemerintah,” tambahnya.

Untuk itu, pihaknya menjadikan wilayah ini sebagai prioritas pembinaan. Melalui SIGEP, kondisi setiap koperasi dapat dipantau secara real-time, sehingga langkah pembinaan dapat diberikan sesegera mungkin.

“Karena sistem ini memungkinkan tim untuk mengetahui koperasi mana yang mengalami permasalahan pada aspek administrasi, laporan keuangan dan lain sebagainya yang dibutuhkan,” pungkasnya. (Adv)