EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Road Map Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjadi instrumen strategis Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam menjaga stabilitas harga serta memitigasi risiko inflasi maupun deflasi yang dapat mengganggu perekonomian masyarakat.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten Kutim, Vita Nurhasanah, menjelaskan bahwa seluruh program pengendalian inflasi yang berjalan saat ini merupakan implementasi langsung dari Road Map TPID. Hal tersebut disampaikan usai ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (13/11/2025).
“Dokumen tersebut memuat strategi menyeluruh yang telah disesuaikan dengan karakteristik daerah, termasuk pola konsumsi masyarakat, potensi sektor pangan, dinamika distribusi, hingga ketergantungan terhadap pasokan luar daerah,” ujarnya.
Menurut Vita, pelaksanaan program yang mengikuti Road Map TPID secara disiplin telah menunjukkan hasil positif dalam menjaga stabilitas inflasi di Kutim. Kondisi inflasi daerah diketahui tetap terjaga pada batas aman, tidak mengalami lonjakan yang berlebihan.
“Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kutai Timur pada minggu ketiga terakhir mencatat angka IPH minus 0,54,” tambahnya.
Ia menilai, angka tersebut menunjukkan terjadi deflasi ringan yang masih berada dalam batas wajar dan tidak mengganggu kestabilan ekonomi lokal. Penurunan harga komoditas bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit menjadi faktor utama terjadinya deflasi tersebut.
“Road Map TPID juga memungkinkan adanya evaluasi berkelanjutan atas program yang telah dijalankan. Pemerintah daerah dapat menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Lebih lanjut, dengan terjaganya stabilitas inflasi selama periode pelaksanaan Road Map TPID, Pemkab Kutim menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi antar-perangkat daerah, memastikan setiap program pengendalian inflasi berjalan efektif dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Jadi dokumen inilah yang menjadi fondasi kerja TPID, terbukti mampu menjadi pedoman yang kokoh dalam mengarahkan kebijakan pengendalian inflasi yang adaptif dan tepat sasaran,” pungkasnya. (Adv)


Tinggalkan Balasan