EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Kebijakan efisiensi anggaran tahun ini berdampak signifikan pada aktivitas operasional Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Kepala Bidang Umum Disbun Kutim, Harli, menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan dan kebutuhan pendukung harus menyesuaikan dengan porsi anggaran yang tereduksi, terutama pada pos yang berkaitan dengan sarana kerja dan aktivitas rutin di lapangan.

“Banyak pengeluaran yang harus kami sesuaikan dengan kondisi anggaran yang lebih ketat,” ungkapnya saat ditemui di kantornya.

Ia menyebutkan, beberapa alokasi yang sebelumnya menopang kelancaran tugas administrasi maupun kegiatan lapangan bahkan terpaksa ditiadakan. Situasi ini mengharuskan pihaknya meninjau kembali berbagai program agar tetap berjalan meskipun dengan kemampuan pendanaan yang jauh lebih terbatas.

“Memang ada hambatan, tapi kami tetap berusaha menjalankan kegiatan seoptimal mungkin,” ujarnya.

Harli menegaskan, efisiensi bukan berarti menghentikan layanan, melainkan menuntut penentuan prioritas yang lebih ketat agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Setiap bidang kami dorong untuk lebih selektif, hanya menjalankan kegiatan yang benar-benar urgen,” tambahnya.

Dampak paling terasa, lanjutnya, terjadi pada aktivitas lapangan seperti monitoring kebun, pembinaan petani, dan pendampingan teknis yang biasanya dilakukan rutin.

Dengan anggaran yang terpangkas, frekuensi kegiatan tersebut harus dikurangi atau digabung dengan agenda lain untuk menekan biaya operasional. Pengadaan sarana dan prasarana pun tertunda karena pos anggarannya terpotong cukup besar.

“Beberapa fasilitas kantor yang butuh pembaruan belum bisa diperbaiki tahun ini,” jelasnya.

Peralatan lama yang mulai tidak kompatibel dengan aplikasi terkini juga masih harus digunakan karena belum ada anggaran untuk pembelian pengganti.

Kondisi ini menjadi tantangan tambahan bagi pegawai yang dituntut menyesuaikan diri dengan sistem kerja yang semakin digital.

“Kami berharap kondisi ini hanya sementara, dan kebutuhan operasional bisa kembali menjadi perhatian pada penyusunan anggaran tahun berikutnya,” tutupnya. (ADV)