EXPRESI.co, BONTANG — Dunia pendidikan Bontang menghadapi tantangan budaya penggunaan narkoba di kalangan pelajar. Tahun 2025 ada 3 pelajar menjadi korban penyalahgunaan obat terlarang tersebut.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) telah melakukan survei mengenai permasalahan sosial ini.

“Dari survei yang telah kita lakukan untuk pengguna narkoba di kalangan anak sekolah mencapai 0,5 Persen,” ungkapnya kepada awak media usai rapat paripurna bersama DPRD Bontang di Auditorium 3D, Jumat, 28 November 2025.

Bunda—sapaan Neni Moerniaeni—menyebut survei yang telah dilakukan Pemkot Bontang melingkupi sekitar 1.600-an pelajar.

Rencananya melakukan terapi psikologis klinis untuk memastikan pelajar tidak kembali lagi salah gunakan narkoba.

“Nah dari sirvei itu terlihat pelajar yang merokok, menonton video porno,” imbuhnya.

Neni menambahkan bahwa pembentukan duta anti narkoba sebenarnya bertujuan sebagai aktor penggerak, mengajak kalangan pelajar untuk menghindari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba (Resnarkoba) Bontang berkerja sama sejumlah sekolah lakukan tes urine di kalangan pelajar.

Hasilnya ditemukan 3 pelajar yang dinyatakan positif narkoba. Tahun ini mengalami peningkatan kasus ketimbang tahun sebelumnya yang hanya 1 kasus. (Labib)