EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Minimnya anggaran daerah untuk sektor pertanian tidak menghalangi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur (Kutim) untuk terus mendorong pembangunan pertanian. Solusinya mengoptimalkan dukungan dari APBN.
Kabid DTPHP Kutim, Dessy, menjelaskan bahwa sebagian besar agenda penting di sektor pertanian Kutim saat ini mengandalkan pendanaan dari pemerintah pusat.
“Kondisi APBD memang belum bisa menutupi semua kebutuhan pembangunan pertanian. Karena itu, kami aktif mengajukan program ke kementerian,” ungkapnya, Kamis (13/11/2025).
Salah satu program yang mendapat sokongan penuh APBN adalah Brigade Pangan, termasuk pengadaan berbagai alat pertanian modern seperti traktor besar, hand tractor, hingga drone untuk pemantauan tanaman.
Selain itu, DTPHP kini tengah mematangkan rencana pencetakan sawah baru seluas 1.150 hektare yang ditargetkan mulai digarap pada 2026. Seluruh alsintan pendukung rencana tersebut juga diupayakan bersumber dari bantuan APBN.
Tidak hanya itu, DTPHP juga mengusulkan rehabilitasi lahan sawah yang tidak produktif agar bisa difungsikan kembali. Menurut Dessy, sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi elemen kunci untuk menjaga stabilitas sektor pertanian Kutim.
“Dengan dukungan pusat, kami optimis produktivitas pertanian bisa terus meningkat dan kesejahteraan petani tetap terjaga,” pungkasnya. (Adv)


Tinggalkan Balasan