EXPRESI.co, BONTANG – Krisis lahan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Lempake, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, semakin mendesak. Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal, menyuarakan keresahannya dalam rapat paripurna pada Senin (24/6/2024) lalu, karena lahan yang tersedia di TPU tersebut hanya tersisa 70 petak.

Faisal memperingatkan bahwa TPU Lempake Loktuan diperkirakan akan penuh dalam empat bulan jika tidak segera ditangani. Ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk segera mencari solusi guna mengatasi kekurangan lahan pemakaman ini.

“Pemerintah kota harus segera mencari lokasi pengganti. Cari lahan baru,” tegas Faisal.

Politisi NasDem ini berharap Pemkot Bontang dapat segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi krisis lahan pemakaman yang semakin mendesak. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara legislatif dan eksekutif demi kepentingan warga Bontang.

“Koordinasi antara legislatif dan eksekutif harus berjalan harmonis demi memastikan ketersediaan lokasi yang layak dan memadai,” ujarnya.

Menanggapi situasi ini, Wali Kota Bontang, Basri Rase, menjelaskan bahwa proses pemindahan lahan pemakaman tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan.

“Masalah pemakaman yang penuh ini tidak hanya di Loktuan, bahkan di semua TPU seperti di Bontang Kuala juga penuh. Ini menjadi PR bersama. Kami sudah beberapa kali mengadakan rapat terkait lahan kuburan, tetapi ada hal yang perlu dipertimbangkan,” terang Basri Rase.

Basri Rase menambahkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) untuk mencari solusi terbaik dalam menambah lahan pemakaman di Lempake Loktuan.

Keputusan harus didasarkan pada data yang akurat, termasuk persentase jumlah warga yang meninggal.

“Nanti akan kita lihat berapa persentase jumlah warga yang meninggal, baru setelah itu kita rumuskan solusi untuk penyediaan lahan,” ujarnya. (Adv)