EXPRESI.co, KUTAI TIMUR — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengucurkan anggaran Rp2 miliar untuk mengembangkan sektor peternakan babi. Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp1 miliar dialokasikan khusus untuk pembelian bibit yang kemudian diberikan kepada kelompok peternak di empat kecamatan.
Plt Kepala Bidang Peternakan DTPHP Kutim, Sudarman, mengungkapkan bahwa bantuan bibit telah disalurkan ke kelompok ternak di Kecamatan Teluk Pandan, Rantau Pulung, Kaliorang, dan Busang. Jumlah bibit yang diterima tiap kelompok berbeda, menyesuaikan dengan ukuran kandang dan kesiapan pengelola.
“Jumlahnya masih ratusan ekor, belum mencapai ribuan. Bobot masing-masing bibit sekitar 12 sampai 15 kilogram,” ujarnya, saat dihubungi via telepon WhatsApp, Senin (01/12/2025).
Ia menerangkan bahwa penyaluran bantuan dilakukan melalui pengajuan proposal dari kelompok peternak. Setiap proposal dinilai secara detail, mulai dari ketersediaan sarana-prasarana, standar kandang, hingga kemampuan sumber daya manusia dalam memelihara ternak. Setelah lolos verifikasi, bibit diserahkan dengan melibatkan pemerintah desa dan kecamatan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Sudarman menambahkan bahwa program pengembangan ternak babi bukanlah program baru. DTPHP Kutim selama beberapa tahun terakhir terus mendorong peningkatan populasi ternak non-ruminansia seperti babi, ayam, kambing, dan itik. Penentuan jenis bantuan disesuaikan dengan kondisi wilayah dan potensi pasar lokal.
“Harapannya, bantuan ini tidak hanya menambah jumlah populasi ternak, tetapi juga memberikan sumber pendapatan yang berkelanjutan. Bibit yang diterima bisa berkembang biak sehingga manfaatnya terus berlanjut,” tuturnya.
Selain pemberian bibit, pemerintah juga memberikan pendampingan rutin. Peternak diberi pelatihan terkait manajemen kandang, cara pemberian pakan yang tepat, hingga langkah pencegahan penyakit agar produktivitas ternak tetap optimal.
“Kalau dikelola dengan baik, pertumbuhan dan reproduksinya cepat. Keuntungan penjualan bisa membantu ekonomi keluarga, atau digunakan untuk kebutuhan konsumsi sendiri. Dampaknya langsung terlihat dalam peningkatan kesejahteraan rumah tangga,” pungkasnya. (Adv)


Tinggalkan Balasan