EXPRESI.co, BONTANG – Komisi II DPRD Kota Bontang melaksanakan rapat kerja terkait rencana kerja tahun 2022 bersama Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Bontang, Senin (15/11/2021).

Ketua Komisi II, Rustam mengatakan rapat tersebut fokus pada pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2022.

Ia menyampaikan, di tahun 2022 Pemerintah Kota Bontang akan mengalami defisit anggaran yang lumayan besar, hingga Dispopar Kota Bontang harus melakukan rasionalisasi anggaran mencapai Rp2,5 miliar

“Defisitnya mencapai Rp149 Miliar, maka dari itu Dispopar melakukan rasionalisasi. Dari Rp24 miliar menjadi Rp21 miliar,” ucapnya.

Lebih lanjut Rustam mengatakan, Dispopar memiliki 37 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari kepala dinas, kepala bidang, kepala seksi dan staff. Sementara Tenaga Kerja Daerah (TKD) yang ada di OPD tersebut sebanyak 57 orang, sehingga total pegawai di Dispopar Bontang sebanyak 94 orang.

Saat masuk pada pembahasan anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), tercantum hanya mendapatkan Rp1,5 miliar saja. Padahal di tahun 2021, anggaran yang didapat KONI sebesar Rp3 miliar.

“Saat rapat tadi, ada yang menarik. Dana anggaran KONI hanya Rp1,5 miliar saja, dari Rp3 miliar. Ini kan jadi pertanyaan nanti. Belum dana untuk Porprov nanti di tahun 2022, itu juga belum ada,” tuturnya.

Anggota Komisi II, Nursalam juga menyayangkan dana yang ada pada KONI hanya Rp1,5 miliar saja, dan menjadi tantangan bagi Kepala Dispopar yang baru.

“Anggaran KONI ini sangat memprihatinkan, ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pak Asnem, karena nantinya banyak proposal masuk lantaran tidak adanya anggaran di KONI,” jelasnya.

“Saya berharap ditangan Pak Asnem Dispopar bisa lebih memberikan berbagai inovasi dan melahirkan prestasi-prestasi khususnya pada bidang keolahragaan,” sambungnya. (AR)

Editor : Bagoez Ankara