Oleh: Lendl Wibisana
MUNGKIN kita masih bertanya-tanya, bagaimana masa depan yang akan datang di kemudian hari? Bagaimana kita sebagai generasi yang produktif saat ini berhadapan dan menangani berbagai tantangan yang ada di masa depan? Sementara di satu sisi, pemimpin negeri ini terus menggaungkan cita-cita Indonesia Emas di 2045 nanti.
Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya ingin menggunakan salah satu slogan yang diterapkan salah satu perusahaan di Kaltim: Future is Ours. Slogan tersebut selama ini saya pegang sebagai sebuah keyakinan, bahwa sejatinya masa depan memang adalah milik kita. Future is Ours bukan hanya sebuah kalimat berbahasa asing tanpa makna, namun justru menjadi motivasi untuk terus menumbuhkan semangat baru dalam mendorong keberlanjutan untuk meraih masa depan yang lebih gemilang.
Berpegang pada keyakinan bahwa ‘kita’ adalah masa depan itu semestinya bisa membuat kita menciptakan kebermanfaatan secara luas, baik bagi masyarakat hingga pembangunan bangsa dan negara.
Future is Ours menekankan bahwa untuk meraih masa depan yang gemilang, kita tidak bisa diam, namun harus berangkat dengan tujuan yang sama, dengan semangat yang selalu digelorakan. Semangat yang tidak lagi berbicara tentang siapa dan apa yang dilakukan, tapi peran seluruh masyarakat yang harus berjalan beriringan untuk mendayung bersama dalam mencapai satu tujuan.
Kata ‘Future’ merupakan tantangan yang harus dihadapi dan dijawab secara bersama dalam setiap langkah, untuk menyambut secara pasti masa depan melalui transformasi di berbagai bidang. Salah satunya ekonomi, yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan peluang yang ada.
Dalam kerangka pikir saya, saya percaya pembangunan berkelanjutan tidak terwujud dalam satu malam, dan tidak akan mungkin dikerjakan satu orang, atau mungkin satu kelompok. Namun diperlukan peran serta banyak pihak yang lebih signifikan secara langsung dalam mendukung keberlanjutan. Sebab, tidak ada masa depan cemerlang yang datang dengan sendirinya, tanpa ada upaya yang diinisiasi dan realisasikan mulai saat ini.
Guna menyambut hal itu, maka padanan ‘Ours’ menjadi pilihan untuk menggambarkan bagaimana masa depan itu tidak hanya harus diraih dengan kerja bersama, tapi juga menekankan jika masa depan itu adalah ‘milik kita’. Generasi yang terus produktif dalam mendorong pembangunan dengan menjawab berbagai tantangan
Meskipun digaungkan dalam internal perusahaan, rupanya Future is Ours tidak berkembang sebagai istilah yang eksklusif. Namun kalimat tersebut terus berkembang, menyentuh masyarakat luas untuk bisa terus melakukan terobosan sebagai langkah inovatif yang tidak hanya memberikan timbal balik atau dampak positif bagi individu yang meyakininya. Namun juga memberikan kepercayaan dan motivasi yang lebih luas untuk masyarakat, dan lingkungan di dalamnya untuk terus bersama membangun, dan mewujudkan kemandirian bangsa.
Kerangka Future is Ours harus dibingkai dalam satu garis yang sama jika kita ingin benar-benar menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045. Kalimat tersebut harus diyakini sesuai dengan makna harafiahnya. Sehingga siapapun pihak yang mempercayai bahwa masa depan memang punya kita, dan kita akan tergabung di dalamnya, untuk sama-sama menggapai masa depan itu. Semua pihak, menurut saya harus bisa menanamkan kepercayaan bahwa ‘kita’ adalah bagian dari masa depan itu.
Bahkan bukan sekadar bagian, namun juga pelaku. Sebagai generasi yang berada di usia produktif, apa yang kita kerjakan tentu akan mempengaruhi perkembangan bangsa ini. Hal ini tentunya akan sejalan dengan cita-cita besar bangsa ini, yakni Indonesa Emas 2045.
Dalam banyak narasi yang disampaikan pemimpin di negeri ini, saat ini kita bukan sekadar berlari, namun juga marathon untuk mengejar cita-cita tersebut. Tentunya, masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang perlu dilakukan, khususnya berkaitan dengan Pembangunan Berkelanjutan dan poin-poin yang tertuang dalam dokumennya.
Namun dengan semangat Future is Ours tentunya PR tersebut bukan menjadi tanggung jawab pemerintah secara penuh untuk menuntaskannya. Ada tugas, peran, dan tanggung jawab kita dalam mengentaskan berbagai persoalan yang urung selesai.
Cita-cita Indonesia Emas 2045 tentu tidak lepas dengan prediksi bonus demografi yang akan dicapai di 2030 nanti. Namun apa gunanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berlimpah di usia produktif, jika generasi yang ada tidak meyakini bahwa kita adalah bagian dari cita-cita dan masa depan itu.
Tentunya, mempersiapkan SDM unggul bukan semata-mata berpegang pada besarnya bonus demografi yang akan diperoleh. Namun SDM unggul adalah SDM yang meyakini bahwa dengan bekerja sama, bersatu-padu, maka masa depan gemilang dalam kerangka apapun akan terwujud. Baik itu Indonesia Emas 2045, ataupun istilah-istilah lain.
Future is Ours diharapkan mampu menjadi kalimat yang bertindak sebagai bahan bakar untuk terus menggerakkan keyakinan kita pada optimisme bahwa kita adalah generasi yang akan mengantarkan Indonesia pada cita-citanya untuk memiliki genetasi emas di 2045 nanti. Future is Ours adalah kerangka yang menjaga kita dalam keyakinan, bahwa posisi bangsa ini sedikit banyaknya ditentukan oleh langkah yang akan kita ambil hari ini.

Tinggalkan Balasan