EXPRESI.co, BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Faisal menyoroti proses pengerjaan program bedah rumah Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang dinilai sangat lamban.

Dari 197 rumah yang menerima program tersebut, baru 97 rumah yang masih dalam proses pengerjaan, dan harus segera rampung pada bulan Desember 2021.

“Pengerjaanya sangat lelet. Ini progresnya tidak ada yang keliatan,” ucap Faisal usai memimpin rapat Komisi III DPRD Kota Bontang dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkimtan), Senin (1/11/2021).

Diketahui, masing-masing rumah yang menjadi sasaran program bedah rumah tersebut mendapatkan bantuan sebesar Rp53 Juta dan dibagi menjadi 2 tahapan, yaitu senilai Rp26,5 juta ke masing-masing rekening penerima bantuan.

Selain itu, Faisal juga mempertanyakan sistem penyaluran anggaran program bedah rumah itu. Di mana warga diminta untuk membuka rekening untuk penyaluran dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Namun, dana yang masuk tidak dapat digunakan oleh penerima.

Menurutnya, banyak warga yang mengeluhkan belum mendapatkan material karena dinas terkait yang mengatur pembelian material tersebut.

“Uangnya sudah ada, kenapa bukan warga saja yang membeli materialnya sendiri, masalahnya dimana,” jelasnya.

Kasi Prasarana dan Sarana Utilitas Umum Dinas Perkimtan Hendra Hadyanto mengatakan, lambannya pengerjaan lantaran material bangunan terbatas dan sulit didapat, terutama kayu ulin.

“Banyak toko material yang kabur, karena sistem pembayarannya setelah barang tersebut dikirimkan,” ujarnya.

Menyikapi uang yang masuk tidak dapat digunakan oleh penerima bantuan, Hendra menjelaskan bahwa pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) Dinas PUPR masyarakat menerima bantuan dalam bentuk material, bukan berupa uang tunai. (AR)

Editor : Bagoez Ankara