EXPRESI.co, BONTANG – Kekurangan daya listrik di Kampung Selambai menjadi persoalan masyarakat setempat. Keluhan tersebut ditampung oleh Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal dan langsung disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK).
Mendengar dinas terkait telah menemui solusi atas permasalahan yang terjadi, Faisal mengapresiasi kinerja dinas PUPRK pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) program bedah rumah Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Senin (1/11/2021).
“Saya sudah mendengar kekurangan daya trafo yang ada di Selambai sudah bisa terakomodir, ternyata ada solusi yang ditawarkan ke masyarakat disana,” ucapnya.
Terlebih, Faisal mengatakan Dinas PUPRK ingin mengajukan trafo listrik untuk masjid terapung dan pada kesempatan tersebut Faisal ingin menanyakan kembali solusi dan bagaimana lanjutan perizinannya.
“Trafo untuk masjid itu bagaimana? Lalu untuk izin trafo masyarakat pesisir itu juga bagaimana? Saya dengar kendalanya tempat untuk trafo itu berada di parkiran, saya harap tidak menjadi kendala,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan (PUPRK) Bontang Edi Suprapto menjelaskan bahwa penambahan trafo untuk masjid dan Kampung Selambai adalah sebuah kebetulan.
“Ini adalah sebuah kebetulan, sewaktu kami mengajukan SRO sekaligus untuk menyambungan T baru untuk masjid terapung, PLN menyampaikan sekaligus untuk menambahkan daya di Selambai, dan nanti trafonya diletakkan di Kampung Selambai,” paparnya.
Lebih lanjut, pihaknya Edi telah menentukan lokasi untuk peletakkan trafo dan penambahan tiang-tiang listrik.
“Kami sudah menentukan trafo itu berada didekat pagar selambai dan jangan sampai jarak antara masjid dengan kampung terlalu jauh, jadi ada 3 tiang untuk penyambung kabel-kabelnya,” tuturnya.
Faisal pun kembali menanyakan apakah masih ada masalah untuk penyediaan trafo tersebut, Edi mengatakan telah aman untuk saat ini, “Tidak ada masalah, semuanya sudah clear pak,” tutup Edi. (*)

Tinggalkan Balasan