EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kutai Timur. Di Kecamatan Muara Ancalong, fasilitas olahraga dilaporkan masih sangat terbatas, bahkan beberapa sudah tidak dapat difungsikan akibat kerusakan alam.
Salah satu fasilitas yang terdampak adalah lapangan voli yang rusak karena tergerus banjir saat musim hujan. Masalah tersebut disampaikan langsung oleh Camat Muara Ancalong dalam pertemuan dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan bahwa pemerintah daerah menyadari besarnya kebutuhan sarpras olahraga di wilayah pedalaman. Namun ia menekankan bahwa luasnya Kutai Timur dengan 18 kecamatan membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara serentak.
“Kutim sangat luas, dan banyak lokasi yang membutuhkan perhatian. Tidak mungkin semuanya ditangani pemerintah dalam satu waktu,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin (17/11/2025).
Karena itu, Dispora mendorong adanya gerakan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan pihak swasta untuk bersama-sama membenahi sarana olahraga. Basuki menegaskan bahwa dukungan masyarakat sangat penting mengingat proses penganggaran pemerintah tidak bisa berlangsung cepat.
Ia menjelaskan bahwa dengan adanya peran aktif semua pihak, kebutuhan sarpras dapat dipenuhi lebih cepat sehingga anak-anak dan pemuda di kecamatan memiliki ruang yang memadai untuk berolahraga.
Dispora, lanjutnya, tetap berkomitmen memberikan dukungan melalui koordinasi dengan camat dan tokoh masyarakat. Basuki mengatakan pihaknya akan membuka komunikasi dengan perusahaan yang beroperasi di Muara Ancalong untuk mendorong kontribusi melalui program CSR atau pola kemitraan lainnya.
“Kami siap mendukung dan berkomunikasi dengan pelaku usaha. Harapannya ada kepedulian dari mereka untuk membantu perbaikan sarpras,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan fasilitas olahraga yang layak sangat penting bagi perkembangan generasi muda. Dengan sarana yang memadai, anak-anak dapat terlibat dalam kegiatan positif dan terhindar dari aktivitas yang berpotensi negatif.
“Kita semua berharap kolaborasi ini bisa menghidupkan kembali kegiatan olahraga, baik di Muara Ancalong maupun kecamatan lainnya,” pungkasnya. (Adv)


Tinggalkan Balasan