EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Upaya penertiban aset di lingkungan Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai dilakukan, terutama untuk kendaraan dinas yang dinilai tidak lagi layak digunakan.
Kepala Bidang Umum Disbun Kutim, Harli, mengungkapkan bahwa sejumlah kendaraan operasional sudah memasuki usia tua dan tidak efisien dipertahankan, terlebih karena kebijakan efisiensi anggaran tahun ini membuat pengadaan kendaraan baru ditiadakan.
“Unit yang kondisinya tidak memungkinkan sudah kami laporkan ke BPKAD. Dua kendaraan juga sudah dilelang sebelumnya,” ujar Harli saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan, usia kendaraan yang menua bukan hanya menurunkan mobilitas pegawai, tetapi juga menimbulkan biaya perawatan yang terus meningkat. Karena itu, pelelangan dipilih sebagai langkah penataan agar aset yang tidak produktif dapat segera diproses sesuai ketentuan.
Saat ini, kata Harli, masih ada sembilan kendaraan tambahan yang sedang menunggu persetujuan untuk dilelang. Unit-unit tersebut berasal dari inventaris dinas yang dinilai sudah tidak mampu mendukung operasional secara optimal.
“Total ada sembilan unit lagi yang kami ajukan. Ini bagian dari upaya merapikan aset yang memang sudah tidak efektif,” jelasnya.
Harli menambahkan, dinas sebenarnya sempat mengusulkan peremajaan kendaraan melalui pembelian unit baru. Namun, seluruh rencana tersebut terhenti akibat pemangkasan anggaran yang membuat pos pengadaan dinolkan. Kondisi itu membuat pelelangan aset lama menjadi pilihan paling rasional saat ini.
Dengan ketersediaan kendaraan yang semakin terbatas dan sebagian besar dalam kondisi kurang layak, Harli menyebut bahwa dinas mulai mempertimbangkan opsi pemenuhan operasional melalui skema sewa, setidaknya sampai kebijakan anggaran tahun berikutnya memungkinkan adanya pengadaan baru.
“Unit yang ada sudah tidak efisien lagi. Sambil menunggu perubahan kebijakan, kemungkinan kami menggunakan sistem sewa,” pungkasnya. (Adv)


Tinggalkan Balasan