EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Ketika sebagian besar remaja Kutai Timur (Kutim) masih memandang sektor tambang sebagai pilihan pekerjaan utama, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim mencoba membuka jalur baru yang lebih berkelanjutan: pertanian modern.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Brigade Pangan, sebuah ruang pembelajaran dan praktek bagi generasi muda untuk mengenal pertanian berbasis teknologi.

Kabid DTPHP Kutim, Dessy, menuturkan bahwa program ini dirancang untuk menghapus stigma bahwa pekerjaan bertani identik dengan aktivitas berat dan penuh lumpur.

“Pertanian sekarang bukan lagi soal cangkul dan keringat. Teknologi bisa membuat semuanya lebih praktis dan menarik bagi anak muda,” jelasnya saat ditemui, Kamis (13/11/2025).

Hingga kini, enam kelompok Brigade Pangan telah terbentuk di lima kecamatan, termasuk dua kelompok di Kaubun. Para anggotanya diajari teknik budidaya modern, pengelolaan usaha tani, dan pemanfaatan alat mekanis terbaru.

DTPHP juga memfasilitasi peserta dengan berbagai peralatan seperti hand tractor, traktor roda empat, rotavator, drone pertanian, hingga combine harvester. Menurut Dessy, teknologi inilah yang diyakini bisa menarik minat anak muda kembali ke sektor pertanian.

“Kalau mereka memahami peluangnya, pertanian bisa menjadi sumber pendapatan yang stabil sekaligus membuka lapangan usaha baru,” tutupnya. (Adv)