EXPRESI.co, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terus melanjutkan pembangunan Jembatan Sebulu yang menghubungkan kawasan strategis di wilayah hulu.

Kepala Bidang Bina Marga DPU Kukar, Linda Juniarti, menyampaikan bahwa proyek ini kini telah memasuki tahap lanjutan, meskipun sempat mengalami kendala teknis akibat banjir tahunan.

“Untuk pekerjaan tahap kedua Jembatan Sebulu, proses tender sudah selesai. Saat ini penyedia jasa tengah menyiapkan jaminan pelaksanaan untuk kemudian dilakukan kontrak kerja dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” terangnya, Senin 7 Juli 2025.

Ia menjelaskan, setelah kontrak diteken, pekerjaan fisik kemungkinan besar akan dimulai pada awal Juli 2025.

Namun, kondisi lapangan hingga saat ini masih menghadapi hambatan berupa genangan banjir di area kuari tempat material seperti batu, agregat, dan pasir disimpan.

“Terakhir saya update, genangan masih sekitar 70 cm, jadi pelaksanaan kerja belum bisa dilakukan,” jelasnya.

Kata Linda, kuari yang terendam itu berada di tepi Sungai Mahakam, yang secara geografis memang rawan terdampak pasang surut air sungai.

Hal ini, menjadi tantangan utama karena lokasi tersebut adalah titik pasokan material utama pembangunan jembatan.

“Daerah kita memang punya karakteristik banjir musiman, dan ini perlu diantisipasi dalam setiap tahapan pembangunan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut, penyelesaian pembangunan jembatan sangat bergantung pada tersedianya anggaran dari tahun ke tahun.

“Kalau anggaran bisa terus dialokasikan secara maksimal, kami berharap paling cepat proyek ini bisa rampung tahun 2026, atau paling lambat tahun 2027,” ujarnya.

Linda menambahkan, tahun depan pihaknya menargetkan fokus utama pekerjaan akan beralih ke pembangunan bentang tengah yang merupakan struktur inti dari keseluruhan jembatan.

“Ini bagian paling krusial dari sisi teknis dan anggaran,” pungkasnya. (Adv)