EXPRESI.co, SAMARINDA – Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, menegaskan bahwa arah pembangunan provinsi harus holistik dan tidak hanya berfokus pada sektor pendidikan. Hal ini disampaikannya dalam rapat pembahasan lanjutan draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030 bersama OPD terkait.
“Pendidikan memang penting, tapi kesehatan, perlindungan sosial, dan infrastruktur juga harus menjadi prioritas. Kita harus pastikan pembangunan merata,” ujar Syarifatul.
Ia mengapresiasi program GratisPol, namun mengingatkan agar alokasi anggaran tidak didominasi oleh satu sektor saja. Menurutnya, efisiensi dan keakuratan data penerima manfaat menjadi kunci keberhasilan program, terutama dalam penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antarlembaga.
“Kalau datanya valid, anggaran bisa dihitung tepat. Jangan sampai ada sektor lain yang dikorbankan karena ketimpangan alokasi,” tambahnya.
Syarifatul juga menyinggung pembiayaan pendidikan tinggi, termasuk jenjang S3, yang harus tetap disesuaikan dengan kapasitas fiskal. Bantuan Rp5 juta per mahasiswa dinilai cukup, dengan pengecualian untuk jurusan tertentu seperti kedokteran yang membutuhkan biaya lebih besar.
“Program ambisius itu bagus, asal realistis dan tetap mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah,” katanya.
Ia menegaskan bahwa DPRD Kaltim akan terus mengawal proses penyusunan RPJMD agar kebijakan pembangunan ke depan lebih inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
“Pembangunan daerah harus menyeluruh. Ini soal memastikan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata,” tutupnya. (Adv/DPRD Kaltim/IA)

Tinggalkan Balasan