EXPRESI.co , BONTANG — Badan Gizi Nasional (BGN) mengatur mitra dapur makanan bergizi gratis (MBG) memilih bahan baku lokal.
Tapi, di Kota Bontang, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghadapi keterbatasan pilihan menu makanan.
Pun Kepala SPPG Bontang Utara 04, Ahmad Fawzi, menyampaikan siap sekali mendukung Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bontang. Tapi suplayer bahan baku masih terbatas.
“Kendalanya seperti daging, telur atau lainnya terbatas di Bontang. Jadi mau tidak mau kita coba cari di luar wilayah,” ungkapnya kepada expresi, Selasa 30 September 2025.
Kata Fawzi, mitra dapur Bontang Utara tetap berkomitmen bekerja sama dengan suplayer Bontang. Namun tidak bisa memastikan suplayer Bontang mengambil bahan baku produksi lokal.
Selain itu, keterbatasan stok dan harga mahal dengan budget minim membuat SPPG Bontang Utara 04 kesulitan menyesuaikan menu. Sedangkan, pihak sekolah menuntut variasi menu.
“Kan di Bontang bukan wilayah produsen, tidak seperti di Jawa Barat misalnya,” tukasnya.
Lebih jauh bilang bahwa BGN menarget 22 mitra dapur hingga akhir tahun ini di wilayah Bontang.
Untuk itu dia berharap Pemkot mempersiapkan penunjang produksi pertanian dan peternakan, mengingat tingginya kebutuhan bahan baku MBG ke depan.
Di samping itu, rencana target dapur MBG wilayah Bontang ini membuat kepala SPPG Bontang Utara 02, Rizky meragukan seluruh kebutuhan bahan baku akan terpenuhi.
“Mungkin saat ini aman saja, tapi klo sampai 22 dapur agak ragu-ragu juga,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan