EXPRESI.co, BONTANG — Wakil Wali (Wawali) Kota Bontang, Agus Haris, menyoroti sejumlah penanganan mitigasi bencana lingkungan yang berpotensi terjadi di Kota Taman.
Kata dia tata ruang pembangunan di area permukiman warga dengan bahan baku beton menghalangi terjadinya resapan air.
Keadaan ini harus jadi perhatian tersendiri. Mengingat berkurangnya daerah resapan air berpotensi menyebabkan banjir saat musim hujan tiba. Terlebih, katanya ada 70 persen wilayah Bontang adalah lautan.
“Di area pesisir, sekarang mungkin 90% tertutupi dengan cor-coran,” ungkapnya usai sosialisasi dan Penanggulangan Bencana di Auditorium 3D, Kamis, 11 Desember 2025.
Agus Haris mengatakan 30 persen daratan Bontang yang terletak di area cekungan rendah dan sempit membuat daerah air resapan menjadi terbatas.
Sementara itu, setiap tahun permukiman warga Bontang bertambah. Hal ini berseiring dengan banyaknya bangunan beton tempat tinggal mulai berdiri.
“Walaupun tidak ada kiriman air, tapi kalau hujan dan semua tertutup (air resapan), akhirnya banjir juga ” ujarnya.
Singgung Polusi Perusahaan
Politisi Gerindra itu juga menyinggung masalah polusi perusahaan industri yang menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.
Ia mendorong BPBD Bontang membangun komunikasi untuk mitigasi terhadap potensi terjadinya bencana imbas aktivitas perusahaan yang bisa ditimbulkan.
“Jangan kira kebecanaan itu sifatnya dari alam saja. Tidak. Bencana juga termasuk atas polusi (perusahaan) yang harus didiskusikan juga,” imbuhnya. (Labib)

Tinggalkan Balasan