EXPRESI.co, BONTANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang mencatat keseluruhan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) telah mencapai 272 sejak Januari hingga November 2025.

Jumlah data tersebut mencakup laporan dari tiga kecamatan yang tersebar pada sejumlah kelurahan di Kota Bontang.

Kecamatan Bontang Selatan dan Kelurahan Tanjung Laut menjadi wilayah paling tinggi kasus DBD.

Ketua Tim Kerja Penyakit Menular Dinkes Bontang, Nur Ilham, menjelaskan peningkatan curah hujan dalam beberapa waktu terakhir menjadi pemicu bertambahnya jumlah kasus.

“Perlu kewaspadaan karena meningkatnya curah hujan,” ungkapnya, Jumat, 21 November 2025.

Nur Ilham mengimbau masyarakat memperhatikan lingkungan sekitar saat musim hujan. Menurutnya, perlu konsistensi dalam memberantas sarang nyamuk (PSN).

Ia menilai pemberantasaan bisa dilakukan menggunakan metode 3M Plus. Pendekatan itu meliputi meliputi Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat tempat-tempat penyimpanan air.

Selain itu juga perlu upaya melakukan daur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

“Potensi perindukan nyamuk akan lebih banyak saat musim hujan,” imbuhnya.

Sebaran Kasus 

Kecamatan Bontang Selatan: 127 Kasus

Tanjung Laut: 34 kasus.
Tanjung Laut Indah: 26 kasus.
Berbas Tengah:25 kasus.
Berbas Pantai: 24 kasus.
Santimpo: 4 kasus.
Bontang Lestari: 14 kasus.

Kecamatan Bontang Barat: 38 Kasus

Belimbing: 13 kasus.
Gunung Telihan: 21 kasus.
Kanaan: 4 kasus.

Kecamatan Bontang Utara: 107 Kasus

Bontang Kuala: 17 kasus.
Bontang Baru: 17 kasus.
Api-Api: 27 kasus.
Gunung Elai: 14 kasus.
Loktuan: 28 kasus
Guntung 4 kasus.