EXPRESI.co, SAMARINDA – Sekretaris Komisi I DPRD Kalimantan Timur, Salehuddin, mengingatkan seluruh anggota dewan agar tidak mengesampingkan aspek penganggaran internal, khususnya yang berkaitan dengan rencana kerja alat kelengkapan dewan (AKD).

Peringatan tersebut disampaikan Salehuddin menjelang pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) bersama pemerintah provinsi. Ia menilai, perhatian DPRD selama ini terlalu terfokus pada isu eksternal dan pokok-pokok pikiran (pokir), sementara kebutuhan internal kerap luput dari pengawalan.

“Sering kali kita terlalu fokus membahas agenda luar, tapi lupa mengawal anggaran untuk mendukung fungsi internal dewan sendiri,” ujarnya di sela rapat internal DPRD.

Menurut Salehuddin, lemahnya pengawasan terhadap anggaran internal dapat berdampak langsung pada efektivitas kinerja legislatif, terutama dalam menjalankan program hasil reses, pengawasan, maupun kegiatan strategis tiap komisi.

Ia juga mengapresiasi kinerja Badan Anggaran (Banggar) dan Pansus Rencana Kerja yang telah menyusun sejumlah program strategis, termasuk enam kegiatan baru yang dinilai penting dalam memperkuat kelembagaan DPRD.

“Kalau anggaran internal ini tidak dikawal dengan baik, maka hasil kerja rekan-rekan di komisi bisa tidak terlaksana. Padahal itu menyangkut tugas konstitusional kita,” tegasnya.

Politikus asal Kutai Kartanegara ini berharap, penyusunan anggaran internal DPRD tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar diakomodasi secara realistis dan proporsional sesuai kebutuhan lembaga.

“Kalau kita sendiri tidak memperjuangkan kegiatan internal, siapa lagi? Jangan sampai program strategis kita justru terabaikan,” pungkasnya. (Adv/DPRD Kaltim/IA)