EXPRESI.co, BONTANG — Sejumlah pedagang ayam di luar gedung pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) tidak sepakat atas rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk mengalihkan lapak dagangannya ke dalam gedung.

Salah satu pedagang di luar area pasar, Rosmiyati, mengaku sudah bertahun-tahun jual ayam potong di pinggir jalan dekat pintu pasar Tamrin.

”Karena kan kami juga mengontrak di sini,” ungkap Rosmiyati saat ditemui Expresi, Selasa, 16 Desember 2025.

Dia mengaku penjualan di luar lebih banyak ketimbang di dalam gedung. Penjualan ayam di pinggir jalan rata-rata bisa mencapai 100-150 potong ayam per hari. Berbeda jauh dengan penjualan ayam di dalam pasar yang hanya mencapai 10-30 potong tiap hari.

Bahkan menurut pengakuan dia, katanya pernah ditawari lapak dagang gratis di dalam pasar Tamrin. “Tapi aku bilang, ‘maaf aku ndak bisa.’ Karena mungkin saya potongnya di sini 100 ekor, di atas palingan 20 ekor, 30 ekor, itu pun belum tentu habis,” ucapnya.

Menurutnya, pedagang ayam di dalam pasar biasanya sudah memiliki langganan masing-masing. Hal ini memastikan stok ayam jualan dapat habis.

Berbeda dengan dirinya, Rosmiyati ragu bakal bisa berjualan di dalam pasar disebabkan tidak ada pelanggan tetapnya. Olehnya, ia keberatan bila diminta untuk pindah ke dalam gedung pasar Tamrin.

“Kalau kayak kita yang ndak punya langganan, ndak bisa,” ujarnya.

Salah seorang pedagang ayam lainnya, Salamun mengatakan harus menyisihkan uang hasil penjualannya untuk memperpanjang kontrak lapak dagangnya yang mencapai Rp13 Juta per tahun.

“Padahal paling cuman panjang lebarnya 1 meter kali 1 meter, ada yang lebih besar yang mencapai Rp 23 juta per tahun,” ujarnya.

Salamun tidak mempermasalahkan rencana Pemkot Bontang mengalihkan pedagang ke dalam gedung. Namun, ia ragu gedung pasar Tamrin bisa menampung seluruh pedagang di luarnya.

Sementara itu, menurut Salamun, munculnya banyak pedagang di sekitar area luar pasar dinilai wajar. Alasannya, kondisi ini berlaku di lokasi pasar.

“Hampir semua pasar, di sekitar luarnya banyak pedagang di pinggir jalan,” imbuhnya.

Rencana Pemindahan Lapak Dagang

Pemkot Bontang menegaskan bakal melakukan penertiban lapak pedagang di area luar pasar Tamrin.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, seusai mendengar keluhan pedagang ayam yang dirugikan oleh penjualan ayam di sepanjang trotoar di luar area gedung pasar.

Letak penjualan daging di lantai 2 membuat sejumlah pedagang enggan masuk ke dalam gedung pasar yang dinilai sepi pembeli.

Rencananya, Pemkot Bontang bakal memindahkan letak penjualan daging di lantai bawah gedung pasar Tamrin. Target akan direalisasikan bulan Desember.

“Tidak ada lagi alasan kalau sudah diturunkan, semua pedagang harus masuk semua ke sini (ke dalam gedung),” Tegas Politikus Gerinda itu di halaman pasar Tamrin, Selasa, 16 Desember 2025. (Labib)