EXPRESI.co, BONTANG — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Bontang menggelar rapat gabungan bersama sejumlah OPD, Selasa (23/7/2024) siang. Dalam rapat yang digelar di ruang rapat DPM-PTSP itu sejumlah hal dibahas, salah satunya terkait PT Kawasan Industri Bontang (KIB).
PT KIB masuk dalam pembahasan sebab rapat ini membahas terkait pendahuluan pre-fs penyusunan pelabuhan kawasan industri, yang mana lokasinya sama-sama di Bontang Lestari— sebuah kawasan yang sudah ditetapkan sebagai kawasan peruntukkan industri sesuai RTRW Bontang.
“PT KIB ini kan sudah pegang KKPR. Mungkin bisa dijelaskan sekarang progres penguasaan lahan mereka sudah sejauh mana,” kata Kabid Investasi DPM-PTSP Bontang, Karel.
Salah seorang staf dari PUPRK Bontang, Faisal menyebut, PT KIB telah mengantongi sejumlah izin di antaranya Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) dan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).
PT KIB rencana menguasai sekitar 760 hektar lahan di Bontang Lestari, namun laporan terkahir (Juli 2024), mereka baru menguasai sekitar 10 persen saja.
Selain itu, perusahaan ini kabarnya ingin membangun pelanuhan di Bontang Lestari, tapi belum diketahui di mana lokasi persisinya.
“Sekarang mereka kan dalam proses negosiasi dengan warga di sana (Bontang Lestari), pemerintah tidak tahu bagaimana prosesnya karena itu memang urusan kedua pihak. Pemerintah tidak bisa ikut campur,” jelasnya.
Saat ini memang cukup panas pembahasan terkait PT KIB di legislatif. Dewan bilang harga lahan warga yang dibeli perusahaan itu terlalu murah, sekitar Rp10 ribu per meter, sementara NJOP sudah Rp105 ribu per hektar.
Oemkot menegaskan bahwa dalam proses negosiasi, pemerintah tidak bisa terlibat atau ikut campur, sebab itu urusan kedua belah pihak. Tanah adalah milik warga setempat, sementara pihak yang mau menguasai ialah PT KIB. Bila kemudian terjadi jual beli lahan Rp10 ribu, artinya kedua pihak yang menyepakati itu, pemerintah tidak bisa dipersalahkan.
“Bukan ranah pemerintah, itu langsung PT KIB dan warga,” tandas Faisal. (Adv)

Tinggalkan Balasan