EXPRESI.co, BONTANG — Sekolah Dasar Negeri (SDN) 016 Tihi-Tihi merupakan satu-satunya sekolah yang berdiri di atas laut di permukiman Warga RT 17, kampung Tihi-Tihi, Bontang Lestari, Kota Bontang.
Aksesnya cukup jauh dari daratan Kota Bontang, memberikan tantangan tersendiri dalam menumbuhkan daya literasi pada generasi. Tantangan itu tak menggentarkan anak kecil yang hendak mengenali referensi buku.
Kali ini anak kecil dengan secercah harapan itu disuguhkan sejumlah buku terbaru yang dibawakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang dalam programnya; layanan perpustakaan pesisir kita (Layar Puspita) pada Selasa, 4 November 2025.
Kepala Sekolah SDN 016 Tihi-Tihi mengatakan anak didiknya memang membutuhkan referensi buku terbaru, untuk mewarnai koleksi lama yang tersedia di perpustakaan sekolah.
“Anak-anak itu antusias kalau ada buku baru,” tutur Ayu saat ditemui Expresi di kantornya.
Dia menyampaikan harapannya agar program ini bisa terselenggara lebih intens 3 bulan sekali. Sebab kunjungan ini hanya berlaku satu tahun sekali di Tihi-Tihi.
Ayu menilai program Layar Puslita efektif untuk memantik semangat anak-anak didiknya dalam mengembangkan kemampuan literasi.
“Kalau bisa triwulan lah diadakan di sekolah ini, karena efektif untuk anak-anak,” ujarnya.
Kordinator Program Layar Puspita, Nuryana Sarah, menyampaikan program kunjungan ini diberlakukan untuk sekolah pada 4 pulau di Bontang; Gusung, Tihi-Tihi, Kampung Selangan, dan Malahing.
Selanjutnya, dia mengatakan kunjungan ke empat pulau tersebut masing-masing dilakukan satu kali dalam setahun.
“Memang programnya cuman 4 kali dalam satu tahun,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Nuryana mengaku pihaknya juga mengundang setiap sekolah di masing-masing pulau untuk berkunjung ke perpustakaan kota Bontang. Dia mengaku hingga kini baru 2 sekolah yang berkunjung.
Nuryana menjabarkan tujuan utama program Layar Puspita merupakan bentuk kehadiran Pemkot dalam menunjang pemberdayaan literasi di sekolah yang aksesnya jauh dari fasilitas yang memadai.
“Sekalipun di pesisir, mereka juga tidak boleh terabaikan dalam hal literasi,” imbuhnya. (Labib)

Tinggalkan Balasan