EXPRESI.co, KUTAI KARTANEGARA — Momentum pisah sambut Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi penanda transisi kepemimpinan dari Edi Damansyah kepada pasangan baru Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin. Acara yang berlangsung di Masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong, pada Senin (30/6), sekaligus menjadi penutup rangkaian Safari Subuh yang telah menjadi ikon selama masa jabatan Edi Damansyah.

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Guntur, memberikan penghormatan dan apresiasi yang mendalam terhadap gaya kepemimpinan Edi Damansyah yang dinilainya membumi dan menyatukan berbagai kalangan masyarakat. Ia menilai lokasi penyelenggaraan acara di masjid bukan hanya sebagai tempat seremonial, melainkan mencerminkan nilai-nilai kesederhanaan dan kedekatan yang selama ini dijunjung tinggi oleh Edi.

“Beliau adalah sosok orang tua sekaligus guru bagi kami. Semua golongan dirangkul, tak ada sekat antara pemimpin dan rakyat. Kita kerap melihat beliau berdialog hangat dengan petani di sawah, sambil bergurau, itulah keistimewaannya,” ucap Guntur.

Ia juga menyoroti konsistensi dan keteladanan Edi dalam menyapa masyarakat melalui program Safari Subuh. Menurutnya, program tersebut telah menjadi simbol kepemimpinan yang hadir langsung di tengah masyarakat, bukan dari balik meja kekuasaan.

Dalam inisiatif Kukar Idaman, Guntur menekankan bahwa perhatian Edi terhadap sektor spiritual juga sangat kentara. Dukungan kepada guru ngaji, marbot masjid, hingga para juara MTQ menjadi bukti keberpihakan terhadap pembinaan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

“Kepemimpinan seperti ini langka. Beliau tak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga infrastruktur sosial dan ruhani,” tambahnya.

Meski menyampaikan rasa kehilangan, Guntur menyatakan optimisme terhadap keberlanjutan kepemimpinan yang kini dilanjutkan oleh Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin. Ia meyakini keduanya akan mampu menjaga bahkan memperkuat warisan baik yang telah dibangun.

“Kami harap semangat pelayanan publik yang hangat dan menyeluruh ini terus hidup. Kepemimpinan yang berpihak pada rakyat bukan hanya harus dilanjutkan, tapi ditumbuhkan,” ujarnya menutup.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Aulia Rahman Basri menyampaikan komitmen untuk menjaga kesinambungan program-program prioritas yang telah dijalankan pemerintahan sebelumnya.

“Kami akan melanjutkan pembangunan dan memastikan keberlanjutan program yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar serta tokoh-tokoh masyarakat, yang turut menyampaikan apresiasi dan harapan terhadap kepemimpinan yang inklusif, bersahaja, dan berpihak pada kepentingan rakyat. (Adv/DPRD Kaltim/IA)