Expresi.co – Pemerintah Kota Bontang kembali menegaskan komitmennya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di era revolusi industri. Hal ini disampaikan pada Penutupan dan Pembukaan Pelatihan Vokasi Tahun 2025, Kamis (27/11), di Gedung Auditorium 3D Bontang Utara.
Acara ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bontang, Sony Suwito Adi Cahyono, yang mewakili Wali Kota untuk menutup pelatihan angkatan sebelumnya sekaligus membuka kepesertaan angkatan baru. Dalam sambutannya, Sony menekankan pentingnya kesiapan SDM menghadapi digitalisasi, otomasi, dan persaingan global.
“Perkembangan dunia usaha berlangsung sangat cepat. Jika kesenjangan antara kebutuhan industri dan keterampilan pencari kerja tidak dijembatani, angka pengangguran, khususnya di kalangan muda, dapat meningkat,” ujarnya.
Sony menegaskan bahwa pelatihan vokasi menjadi benteng pertahanan ekonomi daerah sekaligus strategi mewujudkan Bontang sebagai kota industri modern yang kompetitif.
Kepala UPTD BLKI Bontang, Rizal Ismid, melaporkan bahwa sepanjang 2025, lembaga telah melatih 672 peserta melalui berbagai program berbasis kompetensi. Dari jumlah tersebut, 52 persen peserta telah terserap di dunia kerja, menjadi indikator keberhasilan pelatihan dalam menjawab kebutuhan industri.
Selain itu, BLKI Bontang juga menjalankan program sosial dengan melatih warga binaan Lapas Kelas IIA Bontang, membuka peluang reintegrasi sosial dan produktivitas kembali di masyarakat.
Sekretaris Disnakertrans Kaltim, Aji Syahdu Gagah Citra, memaparkan arah kebijakan ketenagakerjaan provinsi, termasuk pengembangan aplikasi “e-Tenaga Kerja”, platform digital yang menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan secara cepat dan terukur. Target aplikasi ini beroperasi optimal pada 2026.
Selain itu, rencana pembangunan Workshop Las Bawah Air (Underwater Welding) di Bontang diproyeksikan mulai beroperasi pada 2027. Fasilitas ini akan menempatkan Bontang sebagai salah satu dari empat daerah di Indonesia yang memiliki pusat pelatihan keahlian khusus tersebut.
“Underwater welding adalah kompetensi bernilai ekonomi tinggi dengan peluang kerja global yang besar. Ini menjadi keunggulan strategis Bontang di masa depan,” tambah Aji Syahdu.
Melalui pelatihan vokasi yang ditutup dan dibuka kembali ini, Pemkot Bontang berharap lebih banyak tenaga kerja kompeten lahir, siap bersaing, dan berkembang di tengah perubahan zaman. Sinergi antara pemerintah kota, provinsi, dan BLKI menjadi kunci dalam membangun ekosistem SDM berkualitas dan berdaya saing tinggi. (ADV)

Tinggalkan Balasan