Expresi.co – Pemerintah Kota Bontang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengelolaan energi yang efisien dan berkelanjutan.

Hal tersebut ditandai melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Manajemen Energi di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (29/10) pagi. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sony Suwito Adi Cahyono, yang hadir mewakili Wali Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Sony menegaskan bahwa energi merupakan urat nadi pembangunan, karena hampir seluruh aktivitas masyarakat dan sektor industri bergantung pada ketersediaan energi. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan dan menipisnya sumber daya, dibutuhkan perubahan dalam cara pandang dan perilaku.

“Kondisi ini menuntut kita untuk mengubah cara pandang, dari sekadar menggunakan energi menjadi mengelola energi secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sony menjelaskan bahwa sebagai kota industri dan jasa yang terus berkembang, Bontang membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan efisiensi serta mengurangi pemborosan energi. FGD ini, menurutnya, merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola energi yang berkelanjutan, terutama dalam menyongsong peran Bontang sebagai daerah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Melalui forum ini, kami berharap dapat membangun sistem manajemen energi yang terintegrasi dan berkelanjutan di lingkungan Pemerintah Kota Bontang. Dengan demikian, kita dapat menyusun rencana dan kebijakan energi yang efektif serta efisien, sebagai bentuk implementasi visi Kota Bontang yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk meningkatkan kepedulian terhadap penghematan energi melalui tindakan sederhana, seperti mematikan lampu dan peralatan setelah digunakan serta memastikan kondisi perangkat sebelum meninggalkan tempat kerja.

Sebelumnya, Ketua Panitia sekaligus perwakilan dari Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) Bagian Ekonomi Setda Kota Bontang, Defri Kurniawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur mengenai pentingnya manajemen energi di tempat kerja. FGD ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk mendorong terbentuknya sistem manajemen energi di lingkungan Pemkot Bontang.

Kegiatan menghadirkan tiga narasumber ahli, yaitu Eko Sudarmawan dan Catur Wahyu Prasetyo dari Direktorat Konservasi Energi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM RI; Abdullah dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Timur; serta Azis Pusakantara sebagai peninjau dari Institute for Natural Resources, Energy, and Environmental Management (IREEM) Jakarta.

FGD diikuti oleh Kasubbag Umum serta delegasi dari seluruh OPD, kecamatan, dan kelurahan se-Kota Bontang. Melalui forum ini, Pemerintah Kota Bontang berharap lahir komitmen nyata dalam pengelolaan energi yang hemat, cerdas, dan berkelanjutan, guna mendukung arah pembangunan kota sebagai mitra strategis Ibu Kota Nusantara. (ADV)