EXPRESI.co, SAMARINDA – Rencana pembangunan rumah sakit di dua kawasan strategis Kota Balikpapan, yakni Balikpapan Barat dan Balikpapan Timur, masih menemui sejumlah hambatan. Hingga akhir Juni 2025, progres fisik belum juga berjalan optimal, terutama karena persoalan pengadaan lahan yang belum tuntas.
Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Nurhadi Saputra, yang menjelaskan bahwa anggota legislatif asal daerah pemilihan (dapil) Balikpapan terus mendorong agar Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan perhatian serius terhadap proyek vital ini.
“Pembangunan rumah sakit memang direncanakan di dua titik. Untuk Balikpapan Barat, informasinya masih terkendala pada proses pengadaan lahan. Belum ada progres terbaru yang kami terima,” ungkap Nurhadi.
Sementara kondisi di Balikpapan Timur dinilainya jauh lebih siap. Proses perencanaan sudah hampir rampung dan kini menunggu tahap pelaksanaan di lapangan.
“Proses perencanaan di Balikpapan Timur sudah hampir final. Saya sudah komunikasi langsung dengan Ketua DPRD Balikpapan. Sebagai putra asli Balikpapan Timur, saya tentu sangat peduli. Kalau memang dibutuhkan, kami di DPRD Kaltim siap mengalokasikan bantuan keuangan provinsi,” tegas politisi dari Partai NasDem itu.
Nurhadi menilai pembangunan rumah sakit di dua kawasan ini sangat krusial, mengingat pesatnya pertumbuhan penduduk dan posisi Balikpapan sebagai daerah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menegaskan pentingnya dukungan anggaran dari provinsi agar fasilitas kesehatan tersebut segera dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Rumah sakit ini bukan hanya untuk Balikpapan, tapi juga menyokong pelayanan di kawasan sekitar,” tukasnya.
DPRD Kaltim, kata Nurhadi, siap membuka ruang dalam pembahasan anggaran untuk mengakomodasi percepatan pembangunan. Ia berharap sinergi antara provinsi dan kota bisa segera terbangun agar masyarakat tidak terlalu lama menanti layanan kesehatan yang lebih merata dan terjangkau. (Adv/DPRD Kaltim/IA)

Tinggalkan Balasan