EXPRESI.co, KUTIM — Pelayanan literasi di Kutai Timur dinilai masih belum optimal akibat fasilitas perpustakaan yang kurang representatif dan letaknya jauh dari pusat kota.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menarget pembangunan gedung perpustakaan daerah baru dalam dua tahun ke depan di kawasan perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Utara.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menjelaskan pemerintah saat ini memproses tukar guling bangunan eks kantor Kejaksaan Negeri Kutim sebagai lokasi pengembangan perpustakaan baru.
“Ini kami sedang tukar guling sama bangunannya kantor kejaksaan yang lama untuk dijadikan perpustakaan baru,” ucapnya di Sangatta, Selasa 9 Desember 2025.
Perpustakaan yang saat ini di bawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kutim terletak cukup jauh dari pusat aktivitas masyarakat.
Sehingga kunjungan masih sangat rendah dan belum memberikan kenyamanan maksimal bagi pengunjung.
Pemerintah juga sudah mulai berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk pemindahan aset gedung.
Ardiansyah berharap perpustakaan baru yang lebih modern dan nyaman dapat mendorong peningkatan minat baca masyarakat.
“Konsepnya sudah ada. Kami akan bangun perpustakaan yang lebih baik dengan literasi yang lebih kaya,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, Pemkab Kutim turut memperluas akses literasi melalui pengembangan perpustakaan digital yang kini mulai digunakan sejumlah sekolah.
“Di kemajuan zaman sekarang, kami juga tekankan penggunaan perpustakaan digital untuk memperluas bacaan siswa,” katanya. (Yuristio)

Tinggalkan Balasan