EXPRESI.co, BONTANG — Maraknya lapak pedagang ayam di sepanjang trotoar area pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Kota Bontang dinilai meresahkan para pedagang di dalam gedung pasar.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Kelompok pedagang ayam Pasar Tamrin, Nasir.

Ketua Kelompok Pedagang ayam di Pasar Tamrin (dok: Labib/expresi)
Ketua Kelompok Pedagang ayam di Pasar Tamrin (dok: Labib/expresi)

Alasannya, masyarakat cenderung membeli di pinggir jalan. Mudah terjangkau ketimbang masuk ke pasar. Belum lagi harus parkir kendaraan dan berjalan ke lantai 2.

“Kami ini (di dalam gedung pasar) paling menjual 10-30 potong ayam, tapi kalau di sana (penjual di luar gedung pasar) sampai ratusan ekor,” ungkapnya seusai monitoring harga yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) di Pasar Tamrin, Selasa, 16 Desember 2025.

Nasir mengaku sudah lama dan berulang kali meminta kepada Dewan dan Pemkot Bontang untuk menertibkan para pedagang ayam. Supaya mereka bisa berjualan bersama di dalam pasar.

Ia menilai ketimpangan penghasilan antara pedagang ayam di dalam dan di luar pasar bisa terselesaikan dengan memusatkan penjualan ayam di dalam gedung pasar.

Pria yang telah berjualan selama 30 tahun itu mempertanyakan keadilan pemegang kebijakan publik di Kota Bontang.

Ia haya meminta perhatian penjabat untuk menyelesaikan ketimpangan penghasilan imbas letak penjualan yang tidak diatur dengan baik.

“Kenapa pemerintah tidak bisa membuat aturan yang membuat rakyat bisa kita rasakan baiknya (maslahat),” ujarnya.

Selanjutnya, Nasir meminta Pemkot Bontang segera membuat aturan agar penjualan pedagang ayam dipusatkan di dalam gedung pasar.

Keluhan itu telah disampaikan langsung kepada Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat melakukan monitoring harga di pasar Tamrin.

“Saya tunggu apa yang tadi dicatat (Wawali) akan terlaksana nantinya, jangan sampai setelah dicatat hilang,” pinta pria paruh baya itu.

Tanggapan Pemkot Bontang

Menanggapi itu, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengaku pihaknya sudah punya desain pasar Tamrin yang akan diberlakukan bagi pedagang.

“Untuk penjual daging di atas itu (lantai 2) kemungkinan kami tarik ke bawah,” ucapnya.

Setelah rencana pemindahan tersebut, politisi Gerindra itu menegaskan tidak ada lagi alasan pedagang berjualan di sepanjang jalan di luar area pasar Tamrin.

Diketahui sebelumnya, letak penjualan daging termasuk ayam di lantai dua mejadi alasan pedagang di luar gedung pasar enggan beralih ke dalam gedung pasar.

Agus Haris memastikan bakal menindaklanjuti bila terdapat pedagang yang masih berjualan di luar area pasar.

“Mudah-mudahan bulan ini kita bisa realisasikan,” imbuhnya.

Rencana UPT Pasar Bontang

Sebelumnya, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Kota Bontang berencana merevitalisasi Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin).

Rencananya bakal dilakukan perubahan tata letak pedagang berdasarkan kategori tertentu pada Januari 2026.

Kategori tata letak antara lain pedagang sayur, ikan dan ayam akan diletakkan di lantai basement. Sebelumnya para pedagang tersebut berada di lantai 2 Pasar Tamrin.

Selanjutnya para pedagang sembako dan warung makanan akan diletakkan di lantai 1. Sedangkan untuk pedagang pakaian akan ditempatkan di lantai 2.

Kepala UPT Pasar Kota Bontang, Nurfaidah menjelaskan proses revitalisasi jangka pendek masih dalam proses persiapan dan sosialisasi.

“Kami masih sementara perbaiki drainase di basement,” ungkapnya saat dihubungi Expresi, Senin, 24 November 2025. (Labib)