Expresi.co, BONTANG — Para nelayan Tanjung Laut Kota Bontang mengeluhkan hasil tangkapan ikan. Sebab menurun drastis dalam satu tahun terakhir.

Salah satu nelayan, Salim, mengaku sudah 4 dekade jadi nelayan. Namun tahun ini ada kejadian yang tak biasa.

“Sudah 40 tahun menjadi nelayan, baru kali ini cari tangkapan ikan susah betul,” ucap Salim kepada expresi.co, Senin, 6 Oktober 2025.

Kata dia, untuk tahun ini dalam setiap harinya, rata-rata nelayan hanya mampu menjaring ikan segar mencapai 2 hingga 5 kilogram.

Padahal, nelayan berusia 70 tahun itu sudah bersusah payah berangkat melaut sejak jam 4 pagi hingga jam 10 siang.

Bila beruntung mendapatkan 5 kilogram Ikan, Salim hanya mendapatkan penghasilan harian Rp150.000 dengan harga jual ke pasar Rp50.000/kilogram.

“Uang itu digunakan untuk belanja, sekolahkan anak, 150 ribu cukupkah?,” tanyanya dengan sedikit tawa getir.

Padahal, cerita Salim, di tahun sebelumnya dengan modal Rp100.000 untuk bensin dan rokok, ia mampu menjaring hasil tangkapan mencapai 20 hingga 70 kilogram ikan dalam waktu 5 jam berlayar di laut.

Dengan harga pasar Rp20.000 per kilogram di tahun itu, Salim biasanya mampu menghasilkan sekitar Rp400 ribu hingga satu Rp1 juta.

Perbedaan kontras penghasilan ini, memengaruhi kemampuan ekonomi keluarganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Lebih jauh para nelayan, masih kata Salim, sudah mencoba menempuh waktu 2 jam ke tengah laut untuk mencari ikan lebih banyak, tapi tidak membuahkan hasil yang baik.

“Heran semua nelayan, kenapa terjadi seperti itu? Apa karena ikannya habis atau bagaimana? Kami juga kurang mengerti,” tanya dia mengakhiri ceritanya. (Labib)