EXPRESI.co, SAMARINDA – Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat sebagai solusi pengentasan kemiskinan di Kalimantan Timur (Kaltim) belum menunjukkan progres signifikan. Hingga pertengahan Juli 2025, dari kuota 75 peserta di SMAN 16 Samarinda, hanya tiga calon siswa yang mendaftar.
Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Jumat (11/7).
“Jangan sampai program strategis ini berakhir sia-sia hanya karena tidak dimanfaatkan. Ini pendidikan gratis dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat,” tegas Darlis.
Ia menilai rendahnya minat masyarakat menunjukkan bahwa pendekatan sosialisasi yang ada belum efektif. Pemerintah Provinsi diminta untuk mengambil langkah lebih tegas dan terarah.
“Mengentaskan kemiskinan tidak cukup dengan imbauan. Harus ada intervensi kebijakan yang sistematis, bahkan mungkin terkesan memaksa dalam konteks membangun kesadaran,” ujarnya.
Darlis menyebut apatisme warga terhadap pendidikan acapkali lahir dari kondisi pasrah dan minimnya pemahaman akan pentingnya pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan struktural.
“Kalau tidak kita dorong, mereka akan terus terjebak dalam siklus kemiskinan. Program Sekolah Rakyat ini justru ditujukan untuk memutus rantai itu,” tambahnya.
Komisi IV mendorong Pemprov Kaltim untuk menyusun ulang strategi komunikasi publik yang lebih efektif dan masif agar **Sekolah Rakyat benar-benar menjangkau kelompok masyarakat paling rentan di Bumi Etam. (Adv/DPRD Kaltim/IA)

Tinggalkan Balasan