EXPRESI.co, BONTANG – Komitmen Pemerintah Kota Bontang terhadap peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan terus bergulir, meskipun dihadapkan pada tantangan klasik berupa kompleksitas proses lelang.
Sejumlah proyek strategis yang telah dirancang sejak awal tahun, kini tengah menanti selesainya tahapan administrasi yang cermat, demi memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Salah satu proyek vital yang saat ini memasuki tahap krusial adalah pembangunan lanjutan 12 Ruang Kelas Baru (RKB) di SMP Negeri 1 Bontang. Proyek ambisius ini, yang ditargetkan rampung pada November atau Desember 2025, kini tengah dalam proses lelang.
“Sekarang sudah masuk tahap lelang, dan kalau tidak ada kendala, kita harapkan selesai di akhir tahun,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Nuryadi Bakhtiar.
Pernyataan ini menunjukkan optimisme pemerintah dalam merealisasikan proyek penting ini sesuai jadwal.
Tak hanya itu, upaya peningkatan fasilitas pendidikan juga terlihat pada pembangunan SDN 007 Bontang Utara. Hingga Juli ini, proyek tersebut masih berada di tangan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPBJ), menunggu penetapan penyedia jasa.
Nuryadi Bakhtiar menjelaskan, “Proses pengadaan memang tidak bisa instan. Semua harus melalui tahapan yang transparan dan sesuai regulasi.”
Penekanan pada transparansi dan kepatuhan regulasi ini menegaskan komitmen pemerintah terhadap tata kelola yang baik.
Infrastruktur pendukung lainnya yang tak kalah penting adalah pembangunan lapangan olahraga untuk SMPN 2 Bontang. Proyek ini dijadwalkan akan masuk ke Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) pada pertengahan Juni lalu, yang berarti pelaksanaan fisik kemungkinan baru
bisa dimulai di semester kedua 2025.
Langkah ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap fasilitas penunjang kegiatan siswa yang optimal.
Situasi ini mencerminkan kompleksitas birokrasi dalam proyek pendidikan, yang di satu sisi bertujuan menjaga akuntabilitas, namun di sisi lain bisa menghambat kecepatan realisasi pembangunan. Para pemerhati pendidikan di Bontang menyadari hal ini dan melihat perlunya terobosan agar proses lelang bisa dilakukan lebih awal.
“Kalau semua dikejar akhir tahun, risiko pengerjaan tergesa-gesa dan kualitas bisa menurun,” ungkap salah seorang tokoh pendidikan yang enggan disebutkan namanya, menyoroti pentingnya perencanaan yang matang.
Pemerintah Kota Bontang diharapkan dapat terus menyelaraskan antara akuntabilitas dan efisiensi, demi memastikan seluruh proyek pendidikan berjalan tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas. Dengan sinergi yang kuat antara berbagai pihak, diharapkan pembangunan infrastruktur pendidikan di Bontang dapat terus berjalan lancar, demi masa depan pendidikan yang lebih baik bagi generasi penerus. (*/Fn)

Tinggalkan Balasan