EXPRESI.co, LUWU UTARA – Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) BKPRMI Sulawesi Selatan, Asri Said, menitipkan empat pesan strategis kepada pengurus baru DPD BKPRMI Luwu Utara periode 2025–2030. Pesan ini disampaikan saat pelantikan pengurus yang digelar di Aula La Galigo, Kantor Bupati Luwu Utara, belum lama ini.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Akram Risa, serta Sekretaris Umum DPW BKPRMI Sulsel, Salihuddin.
1. Bangun Kolaborasi dengan Pemerintah dan Semua Pihak
Asri menekankan pentingnya membangun kolaborasi, terutama dengan pemerintah daerah. Menurutnya, program BKPRMI sejalan dengan tugas-tugas pemerintah dalam membina masyarakat, sehingga sinergi menjadi kunci keberhasilan.
“Kerja-kerja BKPRMI adalah kerja-kerja pemerintah juga. Maka, pemerintah seharusnya bersyukur dengan adanya BKPRMI. Mari kita buka ruang kolaborasi seluas-luasnya,” ujar Asri.
2. Tegakkan Keteladanan dan Kejujuran
Ia juga mengingatkan bahwa BKPRMI adalah organisasi dakwah, yang harus diisi oleh pribadi-pribadi teladan. Kejujuran dan integritas harus menjadi identitas pengurus, sebagaimana dakwah Rasulullah SAW yang berhasil karena keteladanannya.
“Jangan hanya jadi pengurus, tapi jadilah sosok yang bisa dipercaya oleh masyarakat dan pemerintah,” tegasnya.
3. Adaptif Terhadap Perubahan dan Teknologi
Pesan ketiga, Asri meminta BKPRMI Luwu Utara agar adaptif terhadap perubahan zaman, khususnya dalam hal transformasi digital. Menurutnya, metode dakwah konvensional harus dipadukan dengan pendekatan digital agar bisa menjangkau generasi muda secara lebih efektif.
“Kita perlu membuat konten-konten dakwah digital yang kreatif, namun tetap menjaga esensi nilai-nilai Islam,” tambahnya.
4. Kembali ke Masjid, Fokus Memakmurkan Umat
Terakhir, ia mengingatkan agar BKPRMI tetap berada di koridor perjuangan awal,memakmurkan dan mencintai masjid. Masjid harus menjadi pusat kegiatan umat, seperti di zaman Rasulullah SAW.
“Kita ingin jadikan masjid sebagai pusat peradaban umat: dari ekonomi, sosial, hingga pertahanan. BKPRMI harus jadi agen perubahan,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan