EXPRESI.co, BONTANG — Pelan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2024 yang diinstruksikan di seluruh Indonesia yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang Bahtiar Mabe mengatakan vaksin Polio ini alan tetap digalakkan. Menurutnya harus ada koordinasi yang baik untuk semua pihak yang terlibat.

“Vaksin Polio tetap kita upayakan. Ini juga kita harus koordinasi ke banyak pihak. Khususnya ke RT, Lurah, Camat dan lain-lain. Jadi harus memang intens komunikasinya,” ucapnya kepada awak media, Sabtu (12/10/2024) di Sekambing.

Dinkes berharap di masa mendatang seluruh program yang melibatkan banyak pihak wajib melakukan komunikasi yang intens lagi. Karena menurut dia, persoalannya hanya di komuniasi.

“Ke depannya mudah-mudahan setiap program kita yang berhubungan dengan lintas sektor bisa komunikasi intens. Karena persolaannya di sini komunikasi,” katanya.

“Misalnya di sekolah swasta. Ada yang diberikan pilihan ke orang tua, mau vaksin atau nggak. Kita juga nanti bahas di Perwali. Mungkin ada sanksi administrasi barangkali,” sambung dia.

Katanya, Perwali ini nantinya bisa menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah terhadap pihak yang terlibat. “Sehingga tidak ada satu pun masyarakat yang menolak untuk divaksin. Kenapa? Karena ini kepentingan kita bersama,” ucap Kadis.

Kadis pun menyarankan dan berharap agar orang tua membawa anaknya untuk divaksin. Jangan sampai penyakit polio masuk di Kota Bontang dan membahayakan generasi.

“Kalau misalnya ada penderita, kemudian tidak divaksin, ini kan berbahaya. Ini lah yang harus kita pahamkan ke masyarakat, supaya mengerti bahwa ini kepentingan bersama, bukan orang per orang,” pintanya.

Bahtiar Mabe menambahkan bahwa Perwali terkait masalah ini masih dalam proses penggodokan. “Realisasinya ini sementara digodok sama bagian hukum. Kemarin sudah rapat terakhir dan masih banyak yang perlu difasilitasi,” tukasnya. (An/Adv)