EXPRESI.co, KUTIM — Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit dengan kasus tertinggi di Kabupaten Kutai Timur.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, setelah menghadiri Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, di Folder Ilham Maulana, Rabu 26 November 2025.

‎Menurut dia, tingginya kasus ISPA merupakan pola konsisten setiap tahun. Faktor lingkungan dinilai jadi penyebab utama.

‎“Masih ISPA yang tertinggi. Ini sudah dari dulu, karena faktor wilayah kita memang daerah tambang dan juga cuaca yang tidak menentu,” jelasnya.

‎Dinas Kesehatan tahun ini akan membuka sejumlah layanan kesehatan. Dua dokter spesialis diterjunkan langsung memberikan pemeriksaan gratis.

‎“Nanti, akan ada dokter spesialis anak dan penyakit dalam. Selain itu ada poli umum dan pelayanan donor darah untuk masyarakat,” ungkap Sumarno.

‎Ia menjelaskan, layanan ini menjadi langkah penting meningkatkan akses dan deteksi dini berbagai penyakit, termasuk ISPA yang rentan dialami kelompok usia anak dan dewasa.

‎“Kegiatan seperti ini sangat membantu skrining dini. Minimal masyarakat tahu kondisi kesehatannya tanpa harus jauh-jauh ke rumah sakit,” tambahnya.

‎Sumarno menekankan upaya penurunan kasus ISPA juga butuh partisipasi masyarakat, terutama menjaga lingkungan dan mengurangi paparan debu.

‎“Kami terus melakukan edukasi agar masyarakat mengurangi risiko. Pola hidup bersih dan menghindari paparan polusi sangat berpengaruh,” ujarnya.(Yuristio)