EXPRESI.co, BONTANG — Penjual ikan di pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Kota Bontang mengaku sulit mencari pemasok.

Kesulitan itu imbas dari penurunan hasil tangkapan ikan para nelayan di perairan Bontang tahun ini. Akhirnya memengaruhi permintaan mereka.

Bahkan tak jarang sebagian penjual menutup lapak dagangannya. Sebab tak ada ikan yang bisa dijual di pasar.

Adalah Iwan, salah satu penjual ikan di pasar Tamrin, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan ikan. Bahkan dia sering tak berjualan.

“Sering tidak jualan karena ndk dapat ikan, terlambat 1 menit saja bakal tidak ke bagian ikan dari nelayan,” ungkapnya ditemui Expresi.co di pasar, Senin, 6 Oktober 2025.

Fenomena sulitnya dapat ikan ini terjadi dalam satu tahun terakhir. Para penjual di pasar keheranan, sebab ada anomali atau perubahan yang tiba-tiba jauh sekali ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Bukan hanya Iwan. Salah seorang pedagang ikan, namanya Anto, menyampaikan perlunya perjuangan keras mendapatkan pasokan ikan di Bontang agar bisa berjualan setiap hari di pasar.

“Kami sesama penjual berebut ikan dari nelayan, bahkan saling tarik-tarikan,” ucapnya.

Harga Naik, Keuntungan Turun

Selain itu, terbatasnya ketersediaan hasil tangkapan nelayan Bontang membuat harga menjadi naik dan memengaruhi penghasilan penjual ikan.

“Keuntungan yang saya dapat juga berkurang hampir 50 persen. Karena kan kami juga beli ke nelayan itu mahal,” bebernya.

Kata dia, berbeda dengan tahun sebelumnya, tersedia banyak pasokan ikan membuat penjual mendapatkan harga murah.

Dia menceritakan biasanya tahun lalu para nelayan hanya menjual ikan jenis tongkol dengan harga Rp3.000 per Kilogram.

Namun, seiring ketersediaan terbatas membuat harga tambah naik berkali-kali lipat menjadi Rp 25.000 per Kilogram Ikan Tongkol.

“Selama 10 tahun menjual di pasar, baru kali ini paling susah dapat pasokan ikan, tidak tahu tahun depan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, nelayan di Kota Bontang mengaku kesulitan menangkap ikan tahun ini. Mereka bahkan berlayar ke tengah laut sejak subuh hingga siang hari.

Tapi hasil tangkapan berbeda jauh dari biasanya. Padahal di tahun lalu jumlah waktu yang dihabiskan lebih sedikit, tapi tangkapan banyak.

Belum lagi keluhan nelayan tidak dapat bantuan dari pemerintah tahun ini. Tentu saja menambah kesulitan bagi mereka untuk mendapat ikan di tengah lau. (*)