Expresi.co – Perhelatan budaya Erau Pelas Benua Guntung kembali digelar dan resmi dibuka pada Selasa (18/11) di Rumah Adat Guntung, Bontang Utara.

Pembukaan berlangsung meriah dengan penyambutan tamu melalui beragam tarian tradisional khas Kutai serta budaya Nusantara lainnya.

Puncak pembukaan ditandai dengan penyalaan obor sakral oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Adji Muhammad Arifin, yang didampingi Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Tradisi ini menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian Erau dan penegasan pentingnya melestarikan seni budaya.

Perwakilan Kesultanan Kutai, Pangeran Notonegoro, mengapresiasi konsistensi Pemkot Bontang dalam menjaga simbol adat dan budaya Kesultanan di tanah Bontang.

“Semoga terus dikembangkan dan dilaksanakan,” ujarnya.

Wali Kota Neni menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat promosi budaya daerah dan berharap Erau Pelas Benua Guntung dapat “naik kelas” serta masuk dalam kalender event nasional. Menurutnya, peningkatan status festival penting untuk memperluas promosi daerah, menarik wisatawan, dan meningkatkan potensi ekonomi lokal, terutama bagi pelaku UMKM.

“Branding ini perlu dilakukan agar banyak yang tertarik berkunjung ke Kota Bontang,” tambah Neni.

Festival budaya tahun ini menghadirkan beragam kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan: Puncak Adat: Ritual budaya termasuk kegiatan puncak Belimbur yang sangat dinantikan, Seni Pertunjukan: Penampilan kesenian tradisional dan Festival Tari, menampilkan kekayaan gerak budaya Nusantara, Olahraga dan Pameran Budaya: Lomba olahraga tradisional serta pameran artefak dan sejarah lokal, Pemberdayaan Masyarakat: Ruang bagi pelaku UMKM mempromosikan produk, serta seminar kebudayaan untuk strategi pelestarian tradisi dan Ritual Khusus: Naik Ayun, prosesi adat yang menjadi magnet utama bagi wisatawan.

Dengan beragam kegiatan tersebut, Erau Pelas Benua Guntung 2025 diharapkan menjadi magnet pariwisata yang menjaga nilai luhur budaya Kutai sekaligus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kampung Adat Guntung dan sekitarnya.

Festival akan ditutup pada Minggu, 23 November 2025, melalui prosesi sakral Belimbur sebagai puncak rangkaian acara. (ADV)