EXPRESI.co, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus membangun ekosistem pendidikan yang berpihak pada anak terus digaungkan di Kota Bontang. Mewujudkan hal itu, pemerintah melakukan visitasi lapangan hybrid sebagai bagian dari rangkaian penelitian dan evaluasi program Kota Layak Anak (KLA).
Seperti yang dilakukan di SDN 002 Bontang Selatan. Tak hanya menjadi rutinitas administrasi tahunan, tetapi menjadi ruang nyata kolaborasi berbagai pihak mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).
Kolaborasi ini memotret kesiapan dan komitmen satuan pendidikan terhadap hak anak.
Plt Kepala Disdikbud Kota Bontang, Saparuddin, menyebut pendekatan lintas sektor merupakam kunci untuk membentuk lingkungan sekolah yang benar-benar ramah anak.
“Tak bisa bekerja sendiri. Untuk mewujudkan Kota Layak Anak, khususnya di sektor pendidikan, perlu peran aktif dari berbagai elemen, termasuk komunitas dan orang tua. Visitasi ini adalah bentuk sinergi itu,” ujarnya.
Dalam visitasi tersebur, berbagai aspek dikaji bersama. Mulai dari kebijakan sekolah yang responsif terhadap perlindungan anak, sarana dan prasarana yang mendukung, hingga keterlibatan siswa dalam proses pengambilan keputusan sekolah.
Kegiatan ini memanfaatkan teknologi, sehingga semua pihak daoat terlibat langsung tanpa harus datang ke sekilah-sekolah. Seperti keterlibatan pusat hingga daerah.
Hal ini juga menunjukkan bahwa upaya perlindungan anak kini bisa didukung dengan pendekatan digital yang lebih efisien.
“Semoga SDN 002 Bontang Selatan bisa jadi percontohan yang menginspirasi sekolah lain di Bontang dalam penerapan prinsip ramah anak secara menyeluruh dan berkelanjutan,” harap Saparuddin. (*/Fn)

Tinggalkan Balasan