EXPRESI.co, SAMARINDA – Proyek pengembangan tambang silika di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menarik perhatian DPRD Kalimantan Timur, khususnya terkait aspek transparansi dan keadilan sosial.
Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, menegaskan pentingnya tata kelola pertambangan yang akuntabel, inklusif, dan berpihak pada masyarakat lokal.
“Pertambangan bukan hanya soal produksi dan investasi. Kita harus bicara tentang tanggung jawab sosial, kelestarian lingkungan, serta keterlibatan warga sejak awal,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (15/7).
Ia mengingatkan bahwa setiap proyek tambang harus melalui proses hukum yang lengkap, dari studi kelayakan hingga perizinan resmi. Pemerintah dan perusahaan diminta tidak membuka celah bagi praktik yang tidak prosedural.
“Semua tahapan harus dijalankan sesuai regulasi dan berada dalam pengawasan ketat. Tidak boleh ada celah hukum,” tegasnya.
Tambang silika, menurutnya, memiliki nilai strategis tinggi karena menjadi bahan utama dalam industri semikonduktor dan teknologi digital. Jika dikelola dari hulu ke hilir, potensi ekonomi yang dihasilkan bisa menjadi fondasi baru pembangunan daerah.
Namun demikian, Salehuddin mengingatkan agar proyek ini tidak bersifat eksklusif dan tertutup. Ia mendorong agar informasi dibuka seluas mungkin kepada publik dan masyarakat lokal dilibatkan aktif dalam pengambilan keputusan.
“Keterlibatan warga adalah kunci. Jangan ulangi kesalahan masa lalu di sektor tambang,” tambahnya.
Kutai Kartanegara disebut memiliki cadangan pasir silika terbesar di Kalimantan Timur, terutama di sekitar Danau Semayang, Melintang, dan Jempang, dengan potensi mencapai 2 miliar ton di atas lahan seluas 50 ribu hektare.
Menutup pernyataannya, Salehuddin berharap proyek ini bisa menjadi contoh praktik pertambangan yang adil dan berkelanjutan, serta benar-benar membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.
“Momentum ini harus dijaga. Jangan ada pihak yang dirugikan, apalagi lingkungan yang dikorbankan,” pungkasnya. (Adv/DPRD Kaltim/IA)

Tinggalkan Balasan