EXPRESI.co, BONTANG — Rumah Kreasi Milenial atau RKM Bontang yang dibangun di masa pemerintahan Basri Rase, rencananya bakal dijalankan melalui komunitas independen: Bontang Creative Collaboraton (BCC) tahun 2025 ini.

Sayangnya, gedung yang diresmikan sejak Februari lalu, sampai kini belum juga difungsikan.
Katanya berfungsi, tapi sebagai gudang penyimpanan material proyek Mini Soccer Hop 1. Begitu lah komentar yang beredar. Dan memang faktanya begitu.
Proses Transisi
Seiring transisi atau peralihan kepemimpinan Bontang yang baru, Neni Moerniaeni-Agus Haris, pihak BCC memastikan hingga kini belum ada komunikasi untuk menjalankan rencana awal RKM di masa Basri Rase-Najirah.
Belum jelasnya pihak yang bakal menjalankan fungsi gedung yang menghabiskan anggaran rakyat Rp4,9 miliar ini membuat konsep RKM kembali patut dipertanyakan.
Kordinator Utama BCC, Fadhil Kaharuddin Jafar, mengatakan jika pun ke depannya pihak dia tak dilibatkan dalam pengelolaan ini, juga bukan masalah.
“Kami tidak dilibatkan juga tidak masalah,” ungkapnya saat dihubungi Expresi pada Sabtu, 1 November 2025.
Kehadiran BCC, kata dia, sebetulnya bukan hal mendasar bagi keberlangsungan rencana fungsi RKM nantinya: memajukan Ekonomi Kreatif di Kota Taman.
Koordinator utama BCC itu hanya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) saat ini agar tetap konsisten mengembangkan ekonomi kreatif.
“Yang penting gedung RKM itu bisa berjalan saja,” ujarnya.
Fadil KJ—sapaannya—menilai molornya pemanfaatan gedung ini disebabkan komunikasi Pemkot yang kurang dengan pihak-pihak terkait dalam perencanaan program RKM.
Lebih-lebih bertepatan dengan transisi pemerintahan lama ke yang baru. Penyelesaian administrasi yang lambat membuat gedung itu belum bisa difungsikan.
Apalagi pihak Dispopar-ekraf mengaku belum tanda tangan serah terima gedung sehingga tidak punya wewenang memfungsikannya.
“Kalau sekarang kesannya itu kayak kesalahannya dilempar-lempar,” ujar Fadli.
Dia juga menyoroti kerusakan yang terjadi pada bagian gedung RKM. Mulai dari Plafon rusak hingga alas lantai terkelupas.
Fadli mempertanyakan masuknya bahan material ke ruangan utama RKM sedangkan kunci gedung, menurutnya, telah diserahkan ke PUPR.
“Kalo kontraktor (yang pegang), tidak bakal mau kasih kuncinya,” imbuhnya. (Labib)

Tinggalkan Balasan