EXPRESI.co, BONTANG — DPRD Kota Bontang soroti antrean panjang BBM di sejumlah SPBU. Sebab banyak sekali masyarakat yang sudah mengeluh.
Antrean hari-harian itu sudah berdampak rugi. Mulai dari bahaya lalu lintas, bahkan turunnya omset UMKM imbas akses jalan tertutupi.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Winardi, mengatakan bahwa normalisasi antrean panjang BBM lantaran dianggap biasa terlihat di sepanjang jalan area SPBU.
“Nah padahal itu tidak normal,” ungkapnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemkot Bontang, perwakilan SPBU dan pertamina, Kamis, 4 Desember 2025.
Perwakilan SPBU wilayah Tanjung Laut, Buyung, menjelaskan pihaknya punya kuota bulanan yang telah ditentukan.
Ia mengaku selama ini kuota yang telah ditentukan tidak seluruhnya tersalurkan dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) milik Pertamina.
Ia menyayangkan penyaluran BBM yang tidak sesuai dengan jatah kuota bulanan. Padahal menurutnya, fasilitas SPBU menyanggupi untuk menyerap kuota BBM tersebut.
“Cuman dari TBBM itu yang kadang tidak sesuai dengan permintaan di lapangan,” ucapnya.
Buyung menuturkan volume distribusi kuota BBM harian mengalami penurunan di SPBU. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang lebih banyak.
Bahkan, seringkali penyaluran distribusi yang tidak sesuai membuat stok BBM di sejumlah SPBU kosong. Imbasnya penumpukan antrean di SPBU lainnya.
“Sebelumnya kami biasa menerima 24 kiloliter (KL) per hari langsung . Akan tetapi sekarang hanya 16 KL lalu diselingi 8 KL. Selanjutnya
Itu lah yang membuat penjualan terputus. Akibatnya antrian bertambah panjang,” jelasnya.
Sementara itu, checker pertamina wilayah Bontang, Rahman, mengatakan keterlambatan distribusi akibat kondisi cuaca di depot TBBM.
Cuaca buruk membuat kapal tangki terlambat sandar di TBBM Samarinda. Dampaknya menghambat pengiriman pasokan ke SPBU di Bontang.
“Selama ini mobil tangki berangkat dari Samarinda pada shift siang, sehingga baru tiba di Bontang sore hari,” ucapnya.
Rahman menyampaikan pihaknya telah merubah jadwal pengiriman menjadi shift pagi dengan target tiba jam 10 di SPBU Bontang.
Dan untuk saat ini pertamina telah memeriksa lebih ketat untuk memastikan kualitas dan kuantitas BBM. Hal ini dilakukan akibat terjadinya kasus kontaminasi BBM di wilayah Jawa.
“Proses ini membuat waktu bongkar muat menjadi lebih lama, namun dilakukan untuk menjaga mutu BBM,” imbuhnya. (Bib)

Tinggalkan Balasan