EXPRESI.co, BONTANG — Imbas anggaran 2026 terpangkas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang hanya dapat Rp1 miliar.
Jumlah tersebut dinilai tidak cukup atasi bencana. Berbeda dengan tahun 2025, anggaran yang bisa mereka kelola mencapai Rp5 miliar.
Kepala BPBD Kota Bontang, Usman, mengaku pihaknya selalu mendapat anggaran dengan jumlah paling sedikit setiap tahunnya dari APBD Kota Bontang.
“Tahun ini kita tinggal dikasih anggaran cuma Rp1 miliar untuk penanggulangan bencana,”ungkapnya, Selasa 9 November 2025.
Dia menilai pemotongan anggaran ini sangat sedikit untuk menanggulangi bencana di Kota Bontang.
Sebab masyarakat seringkali meminta bantuan BPBD Kota Bontang sekalipun dalam arti tertentu bukan ranah mereka.
“Enggak cukup sebenarnya, karena kita BPBD itu selalu melayani orang-orang. Apapun itu, kadang-kadang bukan tupoksi kami, juga tetap dilayani,” ujarnya.
Selain itu, Usman membeberkan sarana-prasarana yang dimiliki pihaknya masing kurang memadai. Baik secara operasional maupun kelengkapan dalam pencegahan bencana.
Untungnya, kata Usman, ada bantuan dari berbagai pihak. Mereka juga sudah beberapa kali meminta bantuan BPBD Kalimantan Timur (Kaltim).
“Untuk sarana dan prasarana kita juga ya masih kurang, biasa dapat bantuan dari BNPB, BPBD Provinsi juga cukup banyak. Jadi kita enggak terlalu kewalahan,” pungkasnya. (Labib)

Tinggalkan Balasan