EXPRESI.co, BONTANG — Kontrakan rumah berbahan kayu hangus dilalap api di Jalan Sultan Hasanudin RT 08, Kelurahan Berbas Pantai, Bontang Selatan, pada Sabtu 13 Desember 2025 dini hari.
Salah satu penyewa kontrakan, Sri Mulyati, malam itu sedang tidur lelap terbaring bersama kedua anak perempuannya yang masih sekolah.
Tiba-tiba sekitar pukul 01.30 Wita, ia mulai terbatuk akibat menghirup asap yang telah memenuhi ruangan kamar kecilnya.
“Terhirup asapnya langsung saya bangunkan anak-anak bawa keluar rumah,” tuturnya saat ditemui Expresi.
Letak kontrakan itu di tengah permukiman padat penduduk. Untuk antisipasi api meluas, sejumlah warga mulai berteriak kebakaran membangunkan yang lainnya.
Sri bercerita, kobaran api terlihat muncul dari atap kontrakan kayunya. Api yang sudah mulai besar membuatnya kaget dan kebingungan. Ia tidak sempat mengamankan barang apapun selain baju yang melekat di badan dan HP yang tergenggam.
Seluruh barang-barang berharga Sri hangus. Tidak terkecuali peralatan dagang yang menjadi tumpuan hidupnya mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
“Ludes terbakar semua,” ucapnya yang sedang duduk lesu menatap gerobak dagangan.
Sri adalah janda yang hidup sendiri membiayai kedua anaknya. Anak pertama masih duduk di bangku 2 SMP dan anak bungsu masih kelas 5 SD.
Setiap pagi, ia mendorong gerobak jualan serba-serbi minumannya ke Wisata Taman Manggrove berbas pantai. Ia mengaku hanya jualan itu yang menjadi sumber penghasilannya.
Ia baru saja menempati kontrakan rumah sederhana itu selama satu bulan. “Dan ini sudah kontrakan terbakar yang kedua kalinya,” lirih pilu Sri Mulyati sedih meratapi pengalamannya.
Pada tahun 2023, Sri pernah mengalami kebakaran akibat lupa mematikan kompor. Saat itu, hanya sebagian barangnya yang terbakar.
“Ini yang paling parah karena betul-betul hangus semua, belum tahu nanti tinggal sementara dimana,” ungkapnya.
Kamar Pemilik Kontrakan Hangus
Dua kontrakan itu bersebelahan dengan dinding rumah pemiliknya, H. Tia. Ia mengatakan sempat mendengar suara ledakan besar. “Saya kira suara seng kontrakan di belakang rumah terkena angin,” ujarnya.
Tidak lama setelah itu, mulai muncul suara ramai warga sekitar yang berteriak kebakaran. Pun H. Tia bersama suaminya keluar dan menyaksikan letupan api telah membesar sedang melalap bangunan kontrakan rumah kayunya. Akhirnya, api merengsek masuk ke dalam rumah H. Tia.
Personel Pemadam Kebakaran (Damkar) terpaksa memecah teralis jendela besi untuk memadamkan api dari dalam ruangan.
“Yang hangus kamar utama saja yang dindingnya dekat kontrakan di belakang,” tuturnya.
4 Mobil Damkar Diturunkan
Kepala Dinas Damkar Bontang, Amiluddin, mengatakan pihaknya mendapat laporan masyarakat di TKP sekitar pukul 01.02 WITA, Sabtu dini hari, 13 Desember 2025.
“Kamis langsung bergegas ke lokasi sampai sekitar jam 01.13 WITA, ungkapnya.
Pihaknya telah mengarahkan satu unit mobil dari Pos Damkar di Berbas Tengah dan tiga unit mobil dari Markas Komando Damkar serta satu mobil ambulance. Terdapat 18 personel Damkar diturunkan ke lapangan
Selama pemadaman tidak ada kendala. Lokasi TKP juga dinilai mudah diakses membuat api cepat segera dipadamkan hingga jam 02.00 WITA dini hari.
“Kami belum bisa memastikan apa pemicu kebakaran terjadi,” imbuhnya. (Labib)

Tinggalkan Balasan