EXPRESI.co, SAMARINDA – Keberhasilan luar biasa diraih oleh para atlet muda Kalimantan Timur dari Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) dalam kejuaraan karate tingkat internasional. Dalam ajang bergengsi tersebut, mereka berhasil mengharumkan nama daerah dengan menyabet empat medali emas dan satu perunggu. Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Kaltim di pentas olahraga dunia.
Kebanggaan tersebut langsung disambut oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi, yang menyampaikan harapan besar agar pemerintah daerah tidak tinggal diam melihat prestasi tersebut. Ia menilai, kemenangan para atlet harus dijadikan momentum penting untuk membenahi perhatian terhadap pembinaan olahraga di daerah.
“Medali itu bukan sekadar benda. Itu adalah simbol kerja keras, dedikasi, dan kebanggaan daerah. Jangan biarkan semangat mereka padam hanya karena kurangnya penghargaan dari pemerintah,” ucap Darlis.
Menurut Darlis, pencapaian atlet-atlet SKOI seharusnya menjadi alarm bagi Pemerintah Provinsi Kaltim agar segera memberikan penghargaan nyata. Ia menekankan bahwa bentuk apresiasi tidak semata-mata berupa seremoni atau ucapan selamat, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk nyata seperti beasiswa, insentif, bahkan jaminan masa depan.
“Pemerintah harus hadir sebelum para atlet merasa tidak dihargai. Bentuk penghargaan itu akan jadi energi positif, bukan hanya bagi atlet yang menang, tapi juga bagi seluruh pelajar yang sedang meniti jalan di jalur olahraga,” tambahnya.
Dalam pandangannya, selama ini dukungan pemerintah masih bersifat reaktif dan tidak berkelanjutan. Darlis menegaskan bahwa sudah saatnya dibangun sistem penghargaan yang lebih terencana dan terus-menerus, agar motivasi para atlet tidak padam di tengah jalan.
“Atlet tidak selalu meminta. Tapi pemerintah yang peduli akan tahu kapan waktunya hadir. Inilah bentuk keberpihakan yang nyata terhadap sektor olahraga,” tuturnya.
Darlis juga menekankan bahwa kesuksesan ini bukan hanya milik para atlet, melainkan juga menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kaltim. Maka dari itu, menurutnya, sudah sepatutnya semua pihak—terutama pemegang kebijakan—menjadikan capaian ini sebagai titik tolak untuk memperkuat program pembinaan olahraga usia dini dan peningkatan kesejahteraan atlet.
“Karate bukan hanya soal bela diri. Ia adalah seni, disiplin, dan kebanggaan yang kini telah berbicara di kancah internasional. Kita tidak boleh diam,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Darlis menyampaikan pesan kuat yang ditujukan bukan hanya kepada pemerintah, tetapi juga masyarakat Kaltim secara luas:
“Kemenangan atlet adalah kemenangan Kaltim. Maka wajar jika Kaltim juga hadir menyambut mereka dengan rasa bangga dan penghargaan tulus.” tandasnya. (Adv/DPRD Kaltim/IA)

Tinggalkan Balasan