EXPRESI.co, KUTAI KARTANEGARA – Dukungan terhadap kepemimpinan baru di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) datang dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi. Ia hadir langsung dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kukar, Senin (30/6), untuk menyaksikan pidato perdana Bupati Aulia Rahman Basri.
Reza tidak datang sendiri. Ia turut didampingi sejumlah anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Kukar, yakni Firnadi Ikhsan, Guntur, Abdul Rahman Bolong, dan Didik Agung Wahyono. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat dari dukungan legislatif provinsi terhadap arah baru pembangunan di Kukar.
Menurut Reza, isi pidato Bupati Aulia mencerminkan tekad kuat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Ia menyebut bahwa komitmen yang disampaikan sang Bupati bukan hanya relevan secara lokal, tetapi juga sejalan dengan strategi pembangunan provinsi.
“Kami dari DPRD Kaltim memberikan apresiasi atas substansi pidato Bupati Kukar yang sangat pro rakyat. Visi pembangunan lima tahun ke depan cukup strategis dan perlu mendapat dukungan lintas sektor,” ujar Reza.
Dalam pidato tersebut, Bupati Kukar menyoroti sejumlah prioritas penting seperti penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan pelaku UMKM, serta percepatan hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan. Reza menilai arah tersebut selaras dengan semangat transformasi yang tengah digaungkan di tingkat provinsi, terutama dalam konteks mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ia juga mendorong agar program-program yang selama ini sudah berjalan tidak hanya dipertahankan, melainkan ditingkatkan dari sisi kualitas dan cakupan. Bagi Reza, kunci keberhasilan ada pada kemitraan lintas tingkatan pemerintahan.
“Sinergi adalah kunci. Kami di DPRD Kaltim siap menjadi jembatan dan mitra strategis dalam memastikan arah kebijakan yang berpihak pada masyarakat tetap berjalan beriringan,” tegasnya.
Sebagai representasi masyarakat Kukar di DPRD Kaltim, Reza menegaskan pentingnya penguatan relasi antara legislatif dan eksekutif. Ia percaya bahwa keharmonisan antarlembaga menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah.
“Keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada komunikasi yang harmonis dan penyelarasan visi antara kedua lembaga tersebut,” ujarnya.
Pidato perdana Bupati Aulia pun menjadi babak awal bagi kolaborasi yang lebih konkret antara Kukar dan provinsi, dengan harapan bahwa setiap langkah pembangunan dapat menyentuh langsung kebutuhan rakyat hingga ke pelosok desa. (Adv/DPRD Kaltim/IA)

Tinggalkan Balasan