EXPRESI.co, BONTANG – Ketua DPRD Kota Bontang mendorong pemerintah untuk optimalkan potensi Pendapatan Asli daerah (PAD) Kota Bontang di luar dana bagi hasil.

Hal ini menyusul PAD dari Retribusi dan pajak yang mengalami penurunan cukup signifikan. Andi Faisal mengatakan, retribusi daerah Kota Bontang sebelum perubahan mencapai Rp 4,1 miliar. Namun, jumlah itu mengalami penurunan yang sangat drastis menjadi Rp 2,6 miliar.

“Memang ada penurunan pendapatan dari retribusi cukup besar nilainya Rp1,3 miliar,” ujar Andi Faiz dalam rapat Rapat Paripurna ke-IV Masa Sidang I DPRD Bontang, Kamis (14/9/2023),

Dia menjelaskan, penurunan pos retribusi ini disebabkan beberapa hal diantaranya yakni, retribusi pengawasan dan pengendalian menara komunikasi, pajak air tanah, pajak penerangan jalan, dan persetujuan bangunan gedung (PBG).

Salah satunya perubahan regulasi dari pusat sehingga daerah juga harus menyesuaikan kembali. Seperti contohnya reguler IMB sekarang berubah menjadi PBG yang lebih rumit mekanismenya

“Itu ada beberapa hal yang menyebabkan retribusi ini banyak mengalami penurunan,” bebernya

Selain itu, retribusi pasar dan rumah potong hewan (RPH) juga mengalami penurunan lantaran banyak ditemukan penyakit mulut dan kuku yang memengaruhi jumlah hewan yang dipotong berkurang.

Dia pun menekankan pemerintah daerah agar mengoptimalkan pos-pos lain yang memiliki potensial meningkatkan pundi-pundi pendapatan daerah. Seperti, memaksimalkan retribusi sarang walet dan parkir.

“Meskipun postur APBD naik, tapi kan itu dari dana bagi hasil atau dana transfer pusat. Jadi harus memaksimalkan yang lain melalui koordinasi OPD yang potensial menambah pendapatan retribusi,” jelasnya. .

Politisi Golkar ini juga menyayangkan pajak daerah yang mengalami penurunan pendapatan dari sebelumnya Rp130 miliar, kini hanya sisa Rp106,7 miliar. Ia pun meminta agar pemerintah bisa memaksimalkan kinerjanya dalam mencari sumber-sumber pendapatan lain yang potensial dari pajak itu sendiri.

“Pemerintah harus lebih kerja keras lagi mencari dan menyesuaikan potensi pajak itu sendiri,” ucapnya. (*/Fn)