EXPRESI.co, BONTANG — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang mengaku sudah sekian kali menertibkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU.
Bahkan beragam pendekatan telah dipakai. Mulai dari sistem antrean online yang melalui konfirmasi Dishub. Kemudian mengatur antrean di lokasi tertentu yang jauh dari SPBU, hingga penertiban razia.
Kepala Seksi Angkutan Umum Dishub Bontang, Welly Sakius menyampaikan alasan antrean di bahu jalan kembali marak. Diduga karena banyak sopir yang menyalahgunakan barcode antrean Mypertamina.
“Temuan di lapangan biasa pakai barcode orang lain untuk mengantre kembali,” ungkapnya, Rabu 19 November 2025.
Penyalahgunaan itu lah yang membuat sopir truk bisa mengisi bensin berulang kali dalam satu hari. Akibatnya antrean menjadi menumpuk di sepanjang jalan area SPBU.
Welly menyebut kunci penyelesaian antrean yang dapat merugikan pelaku usaha ini ada pada pihak SPBU terkait. Alasannya, pihak SPBU lah yang mengatur antrean pengisian bensin.
“Harus juga diperketat di pihak SPBU-nya,” tegas dia.
Welly menyampaikan pemberian sanksi harus segara dilakukan. Sanksi yang seharusnya diterapkan berupa pemblokiran antrean online kendaraan.
Namun Welly mengatakan kebijakan ini tidak bisa diberlakukan di bawah kewenangan Dishub seutuhnya, sebab menyangkut pihak terkait.
“Sebetulnya pemblokirannya dari kami, tapi kami tidak bisa sendiri, harus ada keputusan bersama,” tambahnya.
Selain itu, Welly Sakius menyoroti kemungkinan banyaknya kendaraan truk yang melakukan pengisian bensin berasal dari luar wilayah Bontang.
Pasalnya Bontang dinilai menjadi salah satu titik jalur lalu lalang kendaraan bermuatan besar lintas kota di Kalimantan Timur. Akibatnya mereka mengantre di area sekitar SPBU.
“Seringkali kita temukan truk itu berasal dari luar,” ujarnya.
Sekertaris Dishub, Bambang menambahkan pihaknya memiliki kelemahan dalam memberlakukan sanksi tegas terhadap pelaku.
“Memang kelemahan kami sanksi yang agak berat kami terapkan,” imbunya. (Labib)

Tinggalkan Balasan