EXPRESI.co, BONTANG – Anggota DPRD Kota Bontang Nursalam sororti panjangnya antrean pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kota Bontang.
Nursalam menduga, antrean BBM yang mengular akibat maraknya para pengetap yang membeli dan menjual kembali BBM bersubsidi. Sehingga mengakibatkan kelangkaan BBM.
Dia katakan, jika hal ini terus dibiarkan akan berdampak kepada masyarakat kecil. Sebab, akibat dari pengetahuan itu, stok BBM di SPBU selalu kurang.
“Kasian masyarakat biasa selalu kehabisan BBM bersubsidi,” katanya, Selasa (19/9/2023).
Nursalam mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang harus menindaklanjuti masalah ini dan mencari solusi agar hal tersebut tidak terus terjadi. Sehingga distribusi BBM bisa merata dan dapat dirasakan seluruh masyarakat. Meskipun dirinya tak menampik bahwa mereka (pengetap) juga mencari usaha penghidupan.
“Saya paham apa yang mereka (pengetap) lakukan. Tapi tidak serta merta mengambil hak orang lain,” ujarnya.
Politikus Partai Golkar ini juga mengungkapkan, jumlah distribusi BBM cukup melimpah di Kota Bontang, seharusnya bisa memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Bontang, dan tidak ada kelangkaan.
“Antrean panjang ini karena banyak pengetap, Jadi perlu upaya dari pemerintah untuk melakukan sesuatu, paling tidak diingatkan, supaya jangan tiap hari,” ungkapnya.
Diketahui, PT Pertamina (Persero) secara resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis non subsidi per 1 September 2023 lalu. Adapun empat jenis BBM yang mengalami kenaikan harga diantaranya, RON 92 Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.
Untuk Harga BBM Pertamax saat ini naik menjadi Rp 13.300 per liter dari yang sebelumnya Rp 12.400 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo juga naik menjadi Rp 15.900 per liter dari sebelumnya Rp 14.400 per liter. (*/Fn)

Tinggalkan Balasan